Vaksin AstraZeneca Cuma Didistribusikan ke 6 Provinsi, Mana Saja?
Twitter/sehatsurabayaku
Nasional
Vaksin COVID-19

Juru Bicara Vaksinasi dari Kementerian Kesehatan Nadia Siti mengungkapkan sebanyak 1.113.600 vaksin AstraZeneca akan mulai didistribusikan ke enam provinsi di Indonesia.

WowKeren - Sejak tiba di Indonesia, vaksin corona (COVID-19) buatan Inggris AstraZeneca menjadi sorotan. Kali ini, Juru Bicara Vaksinasi dari Kementerian Kesehatan Nadia Siti mengungkapkan sebanyak 1.113.600 vaksin AstraZeneca yang tiba di Indonesia tersebut akan didistribusikan ke 6 provinsi.

Enam provinsi tersebut yakni Bali, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kepulauan Riau, Sulawesi Utara, dan Maluku. Nadia mengaku pertimbangan dalam pemilihan keenam provinsi tersebut salah satunya adalah prioritas vaksinasi di sektor pariwisata.

"Usulan daerah untuk tambahan vaksin dalam rangka prioritas tertentu ya, misalnya terkait pembukaan pariwisata," kata Nadia kepada CNNIndonesia, Senin (22/3). Vaksin AstraZeneca sendiri rencananya akan dialokasikan untuk pelaksanaan program vaksinasi nasional yang menyasar petugas pelayanan publik dan warga lanjut usia.

Petugas pelayanan publik yang dimaksud diantaranya adalah pedagang pasar, tenaga pendidik, tokoh agama, wakil rakyat, pejabat pemerintah dan aparatur sipil negara (ASN).


Kemudian petugas keamanan, petugas pariwisata, hotel, dan restoran; pelayan publik yang termasuk petugas Damkar, BPBD, BUMN, BUMD, BPJS, dan kepala perangkat desa. Selanjutnya, pekerja transportasi publik, atlet, hingga wartawan atau pekerja media. "Ada prioritas dari masing-masing daerah ya," imbuhnya.

Lebih lanjut, proses distribusi akan dilakukan sebelum masa tenggat kedaluwarsa vaksin AstraZeneca yang jatuh pada Mei mendatang. "Distribusi hingga masa edar vaksin habis," pungkas Nadia.

Sebelumnya diketahui, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menyatakan bahwa vaksin virus corona (COVID-19) AstraZeneca mengandung unsur babi dan haram. Namun, MUI tetap memperbolehkan penggunaan vaksin AstraZeneca karena situasi kini masih berada di masa darurat pandemi corona.

Namun, pihak AstraZeneca telah memberikan bantahan dan menyatakan bahwa vaksin yang mereka kembangkan tidak bersentuhan dengan produk turunan babi atau produk hewani lainnya. "Kami menghargai pernyataan yang disampaikan oleh Majelis Ulama Indonesia. Penting untuk dicatat bahwa Vaksin COVID-19 AstraZeneca, merupakan vaksin vektor virus yang tidak mengandung produk berasal dari hewan, seperti yang telah dikonfirmasikan oleh Badan Otoritas Produk Obat dan Kesehatan Inggris," kata AstraZeneca dalam keterangannya dikutip dari Suara, Sabtu (20/3).

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts