Wapres Ma'ruf Amin Tak Persoalkan Halal Tidaknya Vaksin AstraZeneca
Twitter/Kiyai_MarufAmin
Nasional
Vaksin COVID-19

Ma'ruf menjelaskan bahwa meski suatu vaksin corona mengandung unsur yang tidak halal, hal tersebut dapat dikesampingkan selama MUI memperbolehkan penggunaannya.

WowKeren - Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyatakan bahwa vaksin virus corona (COVID-19) AstraZeneca boleh digunakan oleh masyarakat Indonesia terlepas dari adanya unsur babi alias tak halal dalam vaksin tersebut. Pasalnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga telah memperbolehkan penggunaan vaksin tersebut di masa darurat.

"Itu bukan problem menurut saya, karena memang walaupun tidak halal tapi sudah boleh, apalagi kalau ada penjelasan memang itu misalnya tidak mengandung unsur babi artinya bolehnya menjadi lebih boleh," papar Ma'ruf pada Senin (22/3). Menurutnya, ketentuan vaksin corona bisa disuntikkan ke masyarakat bukan terletak di kehalalannya, melainkan di kebolehannya.

"Kalau masalah halal atau tidak halal, saya kira yang sekarang dipersoalkan seharusnya pada boleh atau tidak boleh," ungkap Ma'ruf. "Bukan pada halal atau tidak halal."

Ma'ruf menjelaskan bahwa meski suatu vaksin corona mengandung unsur yang tidak halal, hal tersebut dapat dikesampingkan selama MUI memperbolehkan penggunaannya. "Sebab halal atau tidak halal pun, MUI bilang boleh. Apalagi kalau itu memang halal, jadi lebih boleh. Jadi itu bukan problem menurut saya," pungkas Ma'ruf.


Sebagai informasi, sebanyak 1,1 juta dosis vaksin AstraZeneca telah tiba di Indonesia melalui jalur multilateral sejak 8 Maret 2021 lalu. MUI menyatakan bahwa vaksin AstraZeneca memiliki kandungan yang haram, namun saat ini penggunaannya diperbolehkan atau mubah karena situasi darurat pendemi.

Pihak AstraZeneca sendiri telah membantah hal tersebut. AstraZeneca menyatakan bahwa vaksin yang mereka kembangkan tidak bersentuhan dengan produk turunan babi atau produk hewani lainnya.

"Kami menghargai pernyataan yang disampaikan oleh Majelis Ulama Indonesia. Penting untuk dicatat bahwa Vaksin COVID-19 AstraZeneca, merupakan vaksin vektor virus yang tidak mengandung produk berasal dari hewan, seperti yang telah dikonfirmasikan oleh Badan Otoritas Produk Obat dan Kesehatan Inggris," kata AstraZeneca dalam keterangannya.

Dijelaskan lebih lanjut, semua tahapan proses produksi vaksin vektor virus ini tak bersentuhan dengan produk turunan hewani apapun termasuk babi. Vaksin ini menurut AstraZeneca sudah diperbolehkan untuk para Muslim oleh banyak Dewan Islam di lebih dari 70 negara.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts