Tanpa PKL, Solo Siap Gelar Kembali Car Free Day
commons.wikimedia.org/Firstlab18
Nasional
Skenario New Normal COVID-19

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo berencana untuk kembali menggelar Car Free Day (CFD) di Jalan Slamet Riyadi secara terbatas di tengah pandemi virus corona (COVID-19).

WowKeren - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mempertimbangkan untuk menggelar Car Free Day (CFD) di Jalan Slamet Riyadi di tengah pandemi virus corona (COVID-19). Kegiatan tersebut akan digelar terbatas lantaran pandemi COVID-19 belum benar-benar menghilang.

"Nanti hanya untuk olah raga. Tidak boleh ada penjual kuliner atau PKL dengan jenis dagangan apapun," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Solo, Ahyani di Balaikota Solo, Senin (22/3). Rencananya pembukaan CFD ini akan dilakukan dua pekan mendatang.

Ahyani mengaku akan mensosialisasikan rencana tersebut kepada masyarakat agar aturan terkait pembatasan di tengah pandemi dapat dipahami masyarakat. "Sebelum puasa mudah-mudahan sudah bisa dilaksanakan. Kan perlu sosialisasi dulu," imbuhnya.

Ketua Pelaksana Satgas COVID-19 Kota Solo itu menambahkan pihaknya tak segan menindak pedagang yang nekat berjualan di area CFD. Petugas akan disiagakan untuk memastikan pengunjung CFD mematuhi protokol kesehatan. "Ada petugas dari Dishub dan Satpol-PP yang mengawasi," ujarnya.


Sebelumnya diketahui, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming telah melonggarkan sejumlah aturan terkait pandemi virus corona. Ia mengaku ingin mendongkrak ekonomi di Kota Bengawan.

Putra sulung Presiden Joko Widodo itu mengaku jika angka COVID-19 di Solo sudah terkendali. "COVID-19 di Solo sudah terkendali. Makanya kami ingin pemulihan ekonomi ini semakin cepat dengan pelonggaran-pelonggaran. Tapi tetap disertai protokol kesehatan yang ketat," kata Gibran.

Selain itu, pihak Gibran juga tengah menggenjot pelaksanaan vaksinasi COVID-19 untuk mencapai herd immunity. Pada Senin (22/3) kemarin, giliran 3.000 pengemudi transportasi darat yang mendapatkan vaksin corona.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih, mengatakan, vaksinasi bagi pengemudi dan petugas transportasi darat masuk kelompok pelayan publik. Pemkot berupaya memberikan kekebalan terhadap semua lini, termasuk pengemudi transportasi darat juga perlu dilindungi. "Siapa tahu mereka mengantar orang tanpa gejala (OTG), atau mengantar orang yang mau tes swab, kan bisa saja seperti itu," katanya, Senin (22/3).

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts