Vaksin Nusantara Terawan Akhirnya Disetop, LBM Eijkman Buka Suara
Pixabay/hakan german
Nasional
Vaksin COVID-19

LBM Eijkman ikut mengomentari soal penelitian Vaksin Nusantara gagasan eks Menkes Terawan Agus Putranto yang dihentikan sementara. Begini penjelasan LBM Eijkman.

WowKeren - Salah satu vaksin COVID-19 dalam negeri yang tengah dikembangkan adalah Vaksin Nusantara gagasan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. Namun kekinian penelitian vaksin tersebut dihentikan sementara.

Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Prof Amin Soebandrio pun ikut buka suara soal penyetopan sementara penelitian Vaksin Nusantara. Menurut Amin, penelitian Vaksin Nusantara rupanya disetop sementara akibat masalah laporan internal di Badan Pengawas Obat dan Makanan.

Sesuai prosedur, BPOM memerlukan laporan internal yang lengkap soal penelitian Vaksin Nusantara sebelum ada izin untuk lanjut ke uji klinis tahap II. "Artinya gini, kan itu kelanjutan fase kedua baru bisa dilakukan jika interim report-nya sudah diterima oleh BPOM. Saat ini, BPOM menganggap interim report-nya belum cukup lengkap," ujar Amin kepada Kumparan, Selasa (23/3).


Sedangkan berdasarkan rapat kerja tertanggal 10 Maret 2021, BPOM telah mengungkapkan sejumlah kejanggalan dari laporan uji klinis I Vaksin Nusantara. Beberapa kejanggalan yang ditemui seperti data yang berbeda hingga proses yang dianggap tidak sesuai dengan standar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB). Atas alasan itulah BPOM akhirnya belum mengizinkan penelitian Vaksin Nusantara berlanjut ke tahap uji klinis II.

Lantas adakah kemungkinan penelitian Vaksin Nusantara akan kembali dilanjut? Menurut Amin, penelitian Vaksin Nusantara akan bergantung pada situasi. Amin pun berharap para peneliti bisa menyampaikan laporan lengkap ke BPOM supaya uji klinis bisa berlanjut ke tahap II.

"Ada kemungkinan tergantung situasi, apakah interim report-nya itu bisa diselesaikan. Ya, mudah-mudahan sih para peneliti bisa melengkapi data yang diterima," ujar Amin, dikutip dari Kumparan.

Sebelumnya Kementerian Kesehatan sudah mengonfirmasi soal penyetopan sementara penelitian Vaksin Nusantara. Surat permohonan izin menghentikan sementara penelitian tersebut sudah dilayangkan oleh Direktur Utama RS Dr Kariadi Semarang yang ditujukan untuk Menkes Budi Gunadi Sadikin.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts