Kemenkes Bantah Penerima Vaksin Corona Lebih Rentan Terpapar Pasca Disuntik
Unsplash/Steven Cornfield
Nasional
Vaksin COVID-19

Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, menjelaskan bahwa vaksin corona yang saat ini digunakan telah dipastikan keamanannya.

WowKeren - Pemerintah Indonesia terus menggencarkan program vaksinasi virus corona (COVID-19). Hal ini dilakukan sebagai salah satu upaya menghadapi pandemi COVID-19.

Namun ada sejumlah kabar burung terkait vaksinasi COVID-19 yang beredar di masyarakat. Salah satunya adalah kabar mengenai orang akan mudah terpapar COVID-19 setelah menerima suntikan vaksinasi lantaran antibodi belum terbentuk secara sempurna. Kabar ini sempat beredar di media sosial.

"Bagi bp/ibu yg udah vaksin ke 1/ pertama: spy tidak banyak aktifitasnya yg berat2..lbh bnyk istirahat..dan jangan pergi kemana2 dulu..krn kl sudah vaksin justru lbh gampang terinfeksi virus.. imunitas tubuh belum terbentuk sempurna," demikian kutipan informasi yang beredar. "Ini ada bbrp lansia di Sby yg kena covid stlh di vaksin. gak mau istirahat.. krn merasa sudah aman lalu keluyuran keluar..Ada bbrp lansia di Sby yg sudah vaksin kena covid.. Antibodi terbentuk sempurna 2 minggu setelah vaksin ke 2."

Informasi yang menyebutkan orang lebih rentan terpapar pasca disuntik vaksin corona ini lantas dibantah oleh Kementerian Kesehatan. "Itu tidak benar," tegas Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, kepada Kompas.com, Selasa (23/3).


Menurut Nadia, vaksin COVID-19 yang saat ini digunakan telah dipastikan keamanannya. Vaksin juga dipastikan dapat membangun sistem kekebalan tubuh sehingga menimbulkan antibodi. "Jadi dipastikan tidak menjadi sakit," jelas Nadia.

Meski demikian, Nadia mengungkapkan bahwa orang yang telah menerima vaksinasi tetap bisa tertular COVID-19. Nadia menjelaskan ada kemungkinan seseorang sebenarnya telah terpapar COVID-19 kala menjalani penyuntikan vaksinasi.

"Selalu kita ingatkan vaksin tidak mencegah kita tertular," jelasnya. "Tetapi vaksin mencegah kita jatuh sakit."

Lebih lanjut, Nadia menjelaskan bahwa antibodi bukannya terbentuk sempurna dalam kurun waktu dua pekan pasca suntikan dosis kedua. Melainkan baru terbentuk sempurna setelah 28 hari atau empat pekan pasca penyuntikan vaksin dosis kedua.

Oleh sebab itu, Nadia mengingatkan agar masyarakat yang telah mendapat suntikan vaksinasi COVID-19 tetap menerapkan protokol kesehatan. "Jadi semasa pandemi sebelum dan sesudah divaksin harus tetap patuh prokes," pungkas Nadia.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts