Perhatian! Penerima Vaksin Sinovac Disarankan Vaksinasi Lagi Setelah 2 Tahun
Pixabay
Health
Vaksin COVID-19

Guru Besar Unpad sekaligus Ketua Tim Riset Vaksin COVID-19 Prof Kusnandi Rusmil, menyarankan agar penerima vaksin corona asal Tiongkok Sinovac untuk melakukan vaksinasi setelah 2 tahun.

WowKeren - Sejumlah kelompok masyarakat telah mendapatkan vaksin COVID-19. Namun, meski sudah divaksinasi tak serta merta seseorang akan kebal dari paparan virus corona.

Baru-baru ini, seorang ahli menyarankan agar penerima vaksin COVID-19 asal Tiongkok Sinovac kembali melakukan vaksinasi setelah 2 tahun. "Kalau sudah lewat tahun ketiga, kita sudah ganti vaksinnya," kata Guru Besar Unpad sekaligus Ketua Tim Riset Vaksin COVID-19 Prof Kusnandi Rusmil, Selasa (23/3).

Menurut Kusnandi, virus COVID-19 selalu berubah. Bila diibaratkan, kini virus hanya sebesar mobil sedan, maka dalam satu hingga dua tahun mendatang virus dapat berubah sebesar truk.

Dengan begitu, vaksin yang digunakan untuk mencegahnya pun mesti disesuaikan. "Jadi begini, yang sudah disuntik tidak akan timbul kekebalan seumur hidup, tidak akan. Karena bentuk kumannya seperti kuman influenza, jadi selalu berubah," ujarnya.


Kusnandi memberi perbandingan lain yakni dengan virus influenza. Menurutnya virus tersebut akan selalu berubah sehingga vaksinasi berubah tiap satu tahun.

Perlu diketahui, vaksin Sinovac merupakan vaksin virus corona pertama yang masuk dan mendapatkan izin penggunaan darurat (EUA) Badan POM Indonesia. Uji klinis vaksin buatan Tiongkok tersebut dilakukan di Bandung dan menunjukkan efikasi mencapai 65,3 persen.

Dikutip dari New York Times, Sinovac mengandung virus corona yang telah dilemahkan. Virus corona tersebut ditumbuhkan di sel ginjal monyet dalam jumlah besar.

Virus corona tersebut disiram dengan bahan kimia yang disebut beta-propiolactone agar mati dan tidak bisa bereplikasi. Meskipun virus tersebut terbunuh, protein spike yang menyelubungi badan virus tetap utuh.

Virus corona yang sudah mati tersebut kemudian dicampur dengan senyawa berbasis aluminium yang disebut adjuvan. Senyawa ini berfungsi merangsang sistem kekebalan dan meningkatkan respons terhadap vaksin. Adapun efek samping yang diberikan oleh vaksin Sinovac, hanyalah gejala ringan seperti meningkatkan nafsu makan, mengantuk, cepat lelah, hingga merasa pusing dan mual.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts