Profesor Populer Korea Selatan Ikut Kritik 'Joseon Exorcist' Soal Properti Tiongkok
SBS
TV
Kontroversi Joseon Exorcist

'Joseon Exorcist' menceritakan tentang pertempuran sengit untuk melindungi orang-orang Joseon dari roh jahat yang tertarik pada ambisi dan keserakahan manusia.

WowKeren - "Joseon Exorcist" kini tengah menuai kritikan atas penggunaan properti bergaya Tiongkok dalam episode perdana. Terkait kritikan ini, SBS sudah memberikan klarifikasi sekaligus permintaan.

Namun, pernyataan SBS itu rupanya masih belum membuat penonton merasa lega. Seorang profesor populer Korea Selatan dari Universitas Wanita Sungshin bernama Seo Kyung Duk belum lama ini menyampaikan kritikannya.

"Drama 'Joseon Exorcist' telah meninggalkan dampak yang panjang dengan kontroversi distorsi sejarahnya. Netizen Tiongkok mulai mendukung adegan dari drama tersebut dengan mengatakan bahwa drama itu dengan baik menggambarkan budaya khas Korea di Weibo," tulis Seo Kyung Duk.

"Baru-baru ini, Tiongkok telah membuat klaim yang tidak berdasar dengan mengatakan Hanbok, Kimchi, Pansori, dll adalah bagian dari budaya mereka. Dan jaringan TV tersebut semakin memicu klaim yang menyimpang ini," sambung Seo Kyung Duk.


"Tim produksi seharusnya lebih berhati-hati karena mereka sangat menyadari situasi saat ini, dengan menyatakan 'masa sensitif ini' dalam pernyataan mereka. Seperti yang kalian ketahui bersama, serial drama Korea memiliki banyak penonton di seluruh dunia," imbuh Seo Kyung Duk.

"Kami memiliki waktu terbatas untuk memberi tahu dunia budaya kami, apalagi sejarah Korea yang terdistorsi. Kami harus melindungi budaya dan sejarah kami sendiri," pungkas Seo Kyung Duk.

"Joseon Exorcist" sendiri merupakan drama fantasi eksorsisme tentang pertempuran sengit untuk melindungi orang-orang Joseon dari roh jahat yang tertarik pada ambisi dan keserakahan manusia.

Selama patrolinya di wilayah utara, Lee Bang Won (kemudian menjadi Raja Taejong) bertemu dengan roh jahat dari Barat yang ingin menguasai manusia. Meskipun Raja Taejong menyegel roh jahat itu, ia dibangkitkan di kerajaan Joseon karena keserakahan dan keinginan manusia.

(wk/amal)

You can share this post!

Related Posts