Tentara Wanita Ukraina Meninggal Usai Divaksinasi COVID-19
Twitter/KemenkesRI
Dunia
Vaksin COVID-19

Seorang prajurit wanita di Ukraina meninggalkan meninggal dunia dua hari setelah menerima suntikan vaksin CoviShield. Sebelumnya, wanita itu tidak merasakan keluhan apapun usai divaksin.

WowKeren - Seorang prajurit wanita di Ukraina meninggalkan meninggal dunia dua hari setelah menerima suntikan vaksin CoviShield. Prajurit itu mendapatkan suntikan vaksin COVID-19 pada 21 Maret 2021 dan meninggal pada 23 Maret 2021.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa (23/3) waktu setempat, militer Ukraina menyebut wanita itu tiba-tiba kehilangan kesadaran. Padahal sebelumnya ia tidak merasakan keluhan apapun usai divaksin.

"Sekitar pukul 17.20 waktu setempat, wanita tersebut pingsan di jalan dan meninggal sebelum kedatangan ambulans yang dipanggil oleh orang yang lewat," jelas pernyataan tersebut.

Meski begitu, penyebab kematiannya belum bisa dipastikan karena penyelidikan masih berlangsung. "Polisi Nasional dan Angkatan Bersenjata Ukraina telah meluncurkan penyelidikan. Semua penyelidikan yang diperlukan akan dilakukan pada 24 Maret. Penyebab kematian akan dilaporkan secepat mungkin," kata pemerintah daerah.


Perlu diketahui, wanita itu telah divaksinasi virus corona bersama dengan anggota unit militer lainnya. "Pada hari itu, tim vaksinasi COVID-19 keliling menangani 120 orang. Semua orang baik-baik saja. Sayangnya, korban menderita penyakit kronis," imbuhnya.

Menurut Komando Korps Medis ABRI, korban akan diberangkatkan ke zona Joint Force Operation (JFO) di Donbas dalam rangka misi militer, oleh karena itu korban telah divaksinasi. "Dokter kepala unit militer tempat dia bertugas mengatakan tidak ada keluhan tentang kesehatan korban hingga pagi tanggal 23 Maret," katanya.

"Para anamnesis menyatakan dia menderita hipertensi," sambungnya. Pemeriksaan medis forensik dijadwalkan pada 24 Maret. Hasilnya akan dilaporkan nanti."

Insiden ini adalah kematian pertama yang dilaporkan di Ukraina sejak mulai melakukan vaksinasi COVID-19 pada Februari lalu. Ukraina menerima 500.000 dosis pertama vaksin CoviShield, vaksin AstraZeneca versi India.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts