Ungkap Kegagalan Uni Eropa Soal Vaksin COVID-19, Presiden Macron: Kami Kekurangan Ambisi
Unsplash/Guillaume Périgois
Dunia
Vaksin COVID-19

Presiden Emmanuel Macron sendiri telah menerima kritik di negerinya karena peluncuran vaksinasi virus corona (COVID-19) di Prancis diperlambat oleh birokrasi.

WowKeren - Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan para pemimpin Eropa gagal melihat bahwa pengembangan vaksin virus corona (COVID-19) dapat dilakukan secepat ini. Hal tersebut dinilainya menjadi penyebab peluncuran vaksinasi COVID-19 di Uni Eropa kini tertinggal dari beberapa negara lain.

"Semua orang, semua ahli berkata: Dalam sejarah umat manusia tidak pernah ada vaksin yang dikembangkan dalam waktu kurang dari setahun," tutur Macron kepada saluran televisi Yunani, ERT, Rabu (24/3). "Kami tidak melihat jauh. Itu harus menjadi pelajaran bagi kita semua. Kami salah karena kekurangan ambisi, tidak memiliki kegilaan, menurut saya: Itu mungkin, mari kita lakukan."

Sebagai informasi, para pemimpin Uni Eropa tengah berjuang untuk mempercepat vaksinasi, mengikuti negara-negara seperti Inggris dan Amerika Serikat. Negara-negara Uni Eropa kini juga menghadapi penundaan pasokan vaksin corona.

"Kami tidak berpikir itu akan terjadi secepat itu. Anda dapat memberikan pujian kepada orang Amerika, pada awal musim panas 2020 mereka berkata: mari kita berhenti dan melakukannya," lanjut Macron. "Sejauh yang kami ketahui, kami (Uni Eropa) tidak bergerak cukup cepat, cukup kuat dalam hal ini. Kami pikir vaksin akan membutuhkan waktu yang lebih lama."


Macron sendiri telah menerima kritik di negerinya sendiri karena peluncuran vaksinasi COVID-19 di Prancis diperlambat oleh birokrasi. Selain itu, Prancis juga harus berhadapan dengan ketidakpercayaan publik terhadap vaksin COVID-19.

Di sisi lain, Uni Eropa baru saja memperketat pengawasan terhadap ekspor vaksin COVID-19 yang diproduksi di blok tersebut. Hal ini memungkinkan mereka memblokir pengiriman vaksin COVID-19 ke negara-negara dengan tingkat inokulasi yang lebih tinggi seperti Inggris.

Kebijakan yang diumumkan pada Rabu kemarin ini mencakup aturan baru yang akan mempersulit perusahaan farmasi yang memproduksi vaksin COVID-19 di Uni Eropa untuk mengekspornya dan kemungkinan akan mengganggu pasokan ke Inggris. Namun kekinian, Inggris dan Uni Eropa telah mengeluarkan pernyataan bersama terkait persoalan ini.

Inggris dan Uni Eropa mengatakan bahwa mereka bekerjasama untuk memperbaiki hubungan mereka. Pernyataan bersama Inggris-Uni Eropa ini mengatakan bahwa "keterbukaan dan kerja sama global" akan menjadi kunci untuk mengatasi pandemi.

"Kita semua menghadapi pandemi yang sama dan gelombang ketiga membuat kerjasama antara UE dan Inggris menjadi lebih penting," demikian kutipan pernyataan bersama tersebut, dilihat dari BBC pada Kamis (25/3). "Kami akan melanjutkan diskusi kami."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts