Menkes Budi Klaim Progres Vaksinasi Corona RI Jauh Di Atas Singapura
Instagram/budigsadikin
Nasional
Vaksin COVID-19

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin lantas mengungkapkan bahwa stok vaksin virus corona (COVID-19) masih terbatas untuk enam bulan pertama di tahun 2021.

WowKeren - Program vaksinasi virus corona (COVID-19) masih terus berjalan di Indonesia sejak akhir Januari 2021 lalu. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin lantas mengungkapkan bahwa stok vaksin COVID-19 masih terbatas untuk enam bulan pertama di tahun 2021.

Oleh sebab itu, Budi meminta jajarannya dan para pemerintah daerah untuk melakukan sosialisasi keapda warga tentang hal ini. Ia juga meminta seluruh pihak untuk sabar menunggu giliran karena vaksin akan datang secara bertahap.

"Kita mesti menyabarkan warga karena hanya 24 persen dari vaksin yang tersedia di enam bulan pertama sisanya baru akan tersedia di enam bulan berikutnya. Kenapa? Karena seluruh dunia rebutan," ungkap Budi di RSUI, Depok, Kamis (25/3). "Tahu kan Australia aja baru dapat, Jepang baru mulai, Malaysia masih masih cari-cari. Filipina dan Thailand mau mulai jadi enggak jadi. Jadi macem-macemlah."

Adapun 24 persen yang dimaksud Budi berasal dari total kebutuhan vaksin COVID-19 Indonesia yang mencapai 363 juta dosis. Vaksin COVID-19 tersebut akan disuntikkan ke 181,5 juta rakyat Indonesia demi membentuk kekebalan berkelompok alias herd immunity.


Kini, baru ada lima negara yang memiliki kapasitas produksi vaksin COVID-19, yakni Amerika Serikat, China, Rusia, Inggris, dan India. Menurut Budi, Indonesia memiliki progres vaksinasi yang terhitung cepat jika dibandingkan dengan negara lain di luar kelima negara tersebut.

"Itu mereka paling cepet ya karena vaksinnya enggak ada masalah. Di luar lima negara itu kan berebutan ambil vaksinnya," jelas Budi. "Indonesia mulai pada posisi 30. Lalu kemarin kita di posisi ke-7 yang di atas kita tuh hanya Brasil, Turki, itu sudah 15 jutaan vaksinasi. Jerman sama Israel itu 10-11 jutaan. Kemudian Prancis dan Chile."

Budi menyebut bahwa progres vaksinasi COVID-19 Indonesia lebih cepat dibandingkan Uni Emirat Arab. Posisi Indonesia juga disebutnya jauh di atas Singapura hingga Italia.

"Kita sudah di atas United Arab Emirates sudah jauh di atas Singapura. Sudah jauh di atas Italia, sudah jauh di atas Spanyol," pungkas mantan Wakil Menteri BUMN tersebut. "Mudah-mudahan akhir bulan ini kita bisa susul si Prancis sama Chile, mudah-mudahan kita bisa masuk 5 besar dunia. Di luar kita bisa mendapatkan akses vaksinnya sejak awal."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts