Bule Australia-Swedia Dikabarkan Dapat Jatah Vaksin COVID-19 di Bali, Kok Bisa?
Pixabay
Nasional
Vaksin COVID-19

Puluhan WNA ikut menerima vaksinasi COVID-19 di wilayah Sanur, Denpasar, Bali. Pemerintah setempat pun membongkar alasan mengapa mereka bisa mendapat jatah vaksin.

WowKeren - Program vaksinasi COVID-19 terus dikebut oleh pemerintah dengan target utama terkini adalah lansia dan pekerja sektor publik. Vaksin pun diberikan secara cuma-cuma kepada masyarakat Indonesia.

Namun yang kemudian menjadi sorotan, ternyata sebanyak 30 WNA turut menerima suntikan vaksin AstraZeneca di Sanur, Denpasar, Bali. Bagaimana bisa para bule ini mendapat jatah vaksin yang bahkan belum merata untuk WNI? Begini penjelasan pemerintah setempat.

"Sebanyak 30-an WNA sudah divaksinasi. Dan (mereka) menetap di sini karena punya KITAS dan BPJS, berarti (mereka) sudah kerja dan terdaftar dan dapat fasilitas kesehatan, begitu juga berhak dapat jaminan vaksin," kata Kepala Desa Sanur Kaja I Made Sudana, dikutip dari Antara, Kamis (25/3). "Ada juga yang punya NIK, juga bisa dapat vaksin karena sudah jadi warga sini."

Di wilayah Sanur Kaja sendiri, ditargetkan 10 ribu penduduk dapat memperoleh vaksin COVID-19. Angka ini terdiri atas masyarakat dengan KTP Sanur, berusia di atas 18 tahun, serta memiliki Surat Tanda Lapor Diri (STLD).


"Kalau ada dari luar (bukan penduduk Sanur) tapi sudah menetap di sini (Sanur) harus melengkapi STLD, artinya sudah lapor diri. Kalau warga asing yang sudah punya NIK, KITAS dan BPJS dia bisa dapat (vaksin) dan kita akan minta surat e-ticketing-nya," jelas Made Sudana.

Dijelaskan lebih jauh, WNA yang divaksinasi rata-rata berasal dari Australia dan Swedia. Mereka merupakan pengajar di International School dan General Manager sektor pariwisata.

Selain WNA dengan persyaratan khusus, pelaku pariwisata juga mendapat prioritas dalam pemberian vaksin. Untuk para pelaku pariwisata diminta membawakan surat keterangan atau ID di tempatnya bekerja.

Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 sendiri ditargetkan tuntas dalam satu pekan. Sedangkan vaksin yang akan digunakan adalah merek AstraZeneca.

Di sisi lain, Presiden Joko Widodo menegaskan kembali targetnya untuk merampungkan vaksinasi pada akhir 2021. Jokowi juga menegaskan bahwa vaksin berguna untuk membentuk kekebalan komunal.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts