BPOM Berencana Lakukan Uji Klinis Vaksin COVID-19 Untuk Batita
https://www.pom.go.id/new/
Nasional
Vaksin COVID-19

Juru bicara vaksinasi COVID-19 dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Lucia Rizka Andalusia membuka opsi untuk melakukan uji klinis penggunaan vaksin kepada batita atau bayi di bawah usia tiga tahun.

WowKeren - Pemerintah saat ini tengah fokus untuk mengebut pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di masyarakat. Dengan target lansia dan dewasa.

Baru-baru ini, juru bicara vaksinasi COVID-19 dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Lucia Rizka Andalusia membuka opsi untuk melakukan uji klinis penggunaan vaksin kepada batita atau bayi di bawah usia tiga tahun. Pasalnya, hingga saat ini masih belum ada hasil uji klinis yang dapat memastikan jika vaksin COVID-19 aman digunakan untuk batita.

Penelitian terakhir terhadap batita baru sampai fase dua, namun belum ada hasil. "Tentunya Badan POM harus mendapatkan data yang lengkap dari hasil uji klinik tersebut. Dan, atau mungkin kita akan melakukan uji klinik sendiri pada populasi anak-anak," kata Rizka dalam jumpa pers daring, Kamis (25/3).


Meski demikian, Rizka mengingatkan bahwa uji klinik penggunaan vaksin pada anak baru bisa dilakukan setelah uji klinik vaksin untuk orang dewasa menunjukkan hasil efikasi yang baik. Pasalnya, anak-anak adalah subjek yang masih cukup rentan dengan sistem imunitas dan kekebalan tubuh yang belum stabil. "Jadi kita tidak boleh memberikan uji klinik atau melakukan uji klinik pada kelompok anak-anak sebelum yakin bahwa dia (vaksin) aman dan bermanfaat untuk dewasa," tuturnya.

Lebih lanjut, Rizka menyebutkan jika hasil uji klinik vaksin Sinovac yang dilakukan terakhir juga belum membuahkan hasil. Proses uji klinik tersebut masih dilakukan, itu pun hanya dilakukan di Tiongkok. "Jadi uji klinik Sinovac buat anak-anak belum ada hasilnya. Masih sedang on going ya. Itu pun baru fase dia di Tiongkok," tandasnya.

Sementara itu, Kemenkes hingga kini masih menunggu kajian lengkap dan rekomendasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) serta Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (ITAGI) perihal vaksinasi COVID-19 untuk anak-anak di bawah 18 tahun hingga balita, menyusul kebijakan Sinovac yang mengklaim bahwa vaksin buatannya aman digunakan untuk anak usia 3 tahun hingga 17 tahun. "Kita tunggu rekomendasi WHO, dan juga rekomendasi dari ITAGI ya," kata Juru Bicara Vaksinasi dari Kemenkes Siti Nadia Tarmizi dikutip dari CNNIndonesia, Jumat (26/3).

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts