Menkes Izinkan Anak Muda Ikut Vaksinasi COVID-19 Tahap 2, Ini Syaratnya
Instagram/kemenkes_ri
Nasional
Vaksin COVID-19

Menteri Kesehatan Budi Gunadi menyebutkan jika pihaknya berencana untuk mengeluarkan kebijakan baru yang mengizinkan anak muda untuk mengikuti vaksinasi COVID-19.

WowKeren - Pemerintah terus berusaha mempercepat program vaksinasi COVID-19 untuk mencapai herd immunity. Bahkan pemerintah berencana mengeluarkan kebijakan baru yang mengizinkan anak muda untuk mengikuti vaksinasi COVID-19 dengan syarat harus membawa lansia.

"Saya nanti akan segera mengeluarkan kebijakan, satu orang muda relawan boleh disuntik (vaksin COVID-19) asal bawa dua orang lansia, karena orang tua juga diajaknya susah," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi dalam peresmian Sentra Vaksinasi Indonesia Bangkit di RSUI yang disiarkan akun resmi Instagram RS UI, Kamis (25/3).

Budi mengatakan, salah satu masalah dalam pelaksanaan vaksinasi di Indonesia adalah kelompok lansia kalah cepat dari kelompok usia muda. Kelompok lansia menjadi kelompok prioritas dalam vaksinasi COVID-19 karena memiliki risiko kematian yang tinggi.


Oleh sebab itu, ia meminta kelompok lansia dibantu untuk mengikuti program vaksinasi. "Jadi tolong dibantu orang tua kita, kakek kita, nenek kita, mertua kita dan mereka orang yang lebih lemah," ujarnya.

Budi juga mengingatkan jika setiap individu yang sudah disuntik vaksin COVID-19 masih rentan terpapar virus corona. Untuk itu, ia meminta masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan. "Disuntik itu enggak bikin kita jadi Superman, enggak bikin kita jadi kebal virus, yang pertama mesti tahu bahwa optimal terbentuk antibodi itu 28 hari sesudah suntik ke-2," pungkasnya.

Sebelumnya, pemerintah juga telah memberikan kemudahan untuk para lansia dengan mengizinkan mereka untuk mendapatkan dosis kedua vaksin COVID-19 di lokasi yang berbeda dengan pemberian dosis pertama. "Masyarakat khususnya lansia tiak perlu khawatir," ujar Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito dalam keterangan pers, Kamis (25/3). "Pemerintah memastikan bahwa lansia yang sudah peroleh vaksin pertama dapat tetap mendapat vaksinasi kedua walau lokasinya berbeda."

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts