Habib Rizieq 'Salahkan' Walkot Bogor Bima Arya Soal Polemik Tes Swab COVID-19 di RS UMMI
wikipedia.org
Nasional
Polemik Tes Swab Habib Rizieq

Habib Rizieq akhirnya buka-bukaan soal polemik tes swab COVID-19 yang menjadi salah satu penyebab ia ditahan dan terancam dipenjara, termasuk soal sikap Walkot Bogor Bima Arya.

WowKeren - Persidangan atas kasus pelanggaran protokol kesehatan juga polemik tes swab PCR-nya di RS UMMI digelar. Habib Rizieq Syihab pun dihadirkan langsung di persidangan dan menyampaikan eksepsi pribadinya yang dibacakan pihak kuasa hukum.

Termasuk yang disampaikannya adalah soal polemik tes swab. Rizieq mengaku meninggalkan rumah sakit ketika ia belum menerima hasil positif COVID-19 namun telah dinyatakan reaktif oleh tes dari tim Mer-C.

"Bahwa Hasil Test Swab Antigen saya dan istri pada tanggal 23 November 2020 adalah reaktif," ujar Rizieq lewat eksepsinya di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Jumat (26/3). "Bukan positif COVID-19."

Menurut Rizieq, kala itu tes swab antigen belum menjadi standarisasi tes COVID-19. Namun Rizieq dan istri kemudian tetap dirawat di RS UMMI hingga 27 November 2020 mereka menjalani tes PCR. Lalu keesokan harinya keluar dari rumah sakit.

Baru pada 28 November 2020 ia mendapat hasil tes yang menyatakan positif COVID-19. "Sehingga harus lanjur isolasi mandiri lagi. Dan kami pun jalani isolasi di bawah pengawasan Tim Mer-C," papar Rizieq.


Sayangnya proses penyembuhannya itu malah "terganggu" oleh pernyataan Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto. Sebab sang walkot menurutnya sudah menyebabkan kehebohan soal perawatan yang dijalani di RS UMMI Bogor. Pernyataan Bima Arya ini juga memicu munculnya isu kesehatan dirinya di media sosial.

"Sangat disesalkan Bima Arya langsung koar-koar di berbagai media, sehingga menimbulkan kehebohan dan sangat mengganggu proses perawatan saya di RS UMMI," tutur Rizieq. "Sekaligus mengganggu ketenangan RS UMMI."

Ketika Rizieq keluar dari RS UMMI sehari sebelum menerima hasil tesnya, rumah sakit itu pun dibanjiri aneka karangan bunga dari pengirim yang tidak jelas. Ia juga menjelaskan perihal klaim menolak tawaran tes swab PCR.

"Karena siang hari itu saya sudah mengikuti tes PCR Covid dengan Tim Mer-C," terang Rizieq. "Yang memang sejak awal kepulangan saya dari kota suci Mekkah sudah setia melakukan pendampingan dan pemeriksaan kesehatan saya dan keluarga."

Ia juga menilai Bima Arya sudah memberikan teror dan intimidasi dengan berbagai pernyataannya di media. Ditambah dengan hasil tes laboratorium yang menyatakan kondisinya semakin baik, sehingga akhirnya Rizieq memilih pulang.

"Yang terus menerus sehingga sangat mengganggu perawatan saya, sekaligus merusak ketenangan RS UMMI," pungkas Rizieq soal dampak sikap Bima Arya. Dalam kasus ini, Rizieq didakwa sengaja menyebar berita bohong terkait kondisinya pasca tes COVID-19.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts