JTBC Rilis Pernyataan Baru Terkait Kontroversi Plot 'Snowdrop' dan Peran Jisoo BLACKPINK
Instagram/sooyaaa__
TV

JTBC akhirnya merilis pernyataan sehubungan dengan kontroversi alur plot dan setting waktu drama baru mereka melalui postingan Twitter yang dibagikan pada 30 Maret 2021.

WowKeren - JTBC merilis pernyataan sehubungan dengan kontroversi alur plot dan setting waktu drama baru mereka "Snowdrop". Stasiun TV juga membahas tentang kontroversi peran Jisoo BLACKPINK (Black Pink).

Seperti diketahui, publik Korea tidak menerima premis "Snowdrop" dengan baik dan memulai petisi untuk membatalkan drama tersebut karena plotnya diduga memutarbalikkan sejarah serta meromantisasi masalah sensitif.

Plot "Snowdrop" sebelumnya berfokus mata-mata Korea Utara yang disangka sebagai mahasiswa yang mengikuti aksi demonstrasi. Karena terluka, ia berakhir di asrama universitas wanita di mana seorang mahasiswi merawat lukanya dan menyembunyikannya.

Publik mempermasalahkan fakta bahwa banyak mahasiswa pengunjuk rasa selama Gerakan Demokrasi disiksa secara tidak adil oleh pasukan militer yang menggunakan alasan bahwa para mahasiswa ini adalah mata-mata dari Utara. Fakta bahwa pemeran utama pria sebagai mata-mata yang disangka mahasiswa akan menjadi penghinaan terhadap tokoh-tokoh yang meninggal dalam aksi tersebut.

Masalah lain yang muncul termasuk pemilihan nama untuk pemeran utama wanita, Young Cho yang diperankan Jisoo. Nama tersebut diduga diambil dari mahasiswi yang aktif sebagai aktifis selama Gerakan Demokrasi dan hingga sekarang masih hidup.

JTBC sebelumnya telah merilis pernyataan untuk mengatasi kontroversi, tapi dianggap tidak memuaskan oleh. Pernyataan baru dari JTBC tersebut menghalau spekulasi seputar plot dan pengaturan karakter dengan mengungkap sebagian dari alur cerita yang sebenarnya. Berikut ini adalah pernyataan lengkap dari JTBC yang dibagikan melalui Twitter pada 30 Maret 2021.

JTBC Rilis Pernyataan Baru Terkait Kontroversi Plot \'Snowdrop\' dan Peran Jisoo BLACKPINK

Source: Twitter/JTBC

"JTBC akan mengungkapkan pernyataan kami sekali lagi tentang drama 'Snowdrop'. Bahkan setelah pernyataan kami tentang 'Snowdrop' dirilis, kritik dan spekulasi terus berlanjut dan kami mengirimkan pernyataan yang direvisi untuk menyelesaikan kesalahpahaman ini."


"Kontroversi dimulai karena informasi sepihak yang menggabungkan sinopsis yang tidak lengkap serta sebagian perkenalan karakter yang telah bocor. Keraguan menguraikan informasi yang terfragmentasi ini sementara konten yang salah diedarkan seolah-olah itu benar. Tentu saja, tanggung jawab ini berada pada tim produksi yang gagal menjaga kerahasiaan bahan-bahan ini, yang belum disempurnakan, secara ketat."

JTBC kemudian mengungkap sebagian dari plot 'Snowdrop', mulai dari plot cerita hingga karakter-karakter yang berada di dalamnya melalui poin-poin detail.

"1. Mengenai masalah meremehkan Gerakan Demokrasi, 'Snowdrop' bukanlah drama yang berhubungan dengan Gerakan Demokrasi. Tidak ada pengaturan di mana pemeran utama pria dan wanita berpartisipasi atau memimpin Gerakan Demokrasi. Di sisi lain, akan muncul tokoh yang dituduh secara tidak adil dan ditindas sebagai mata-mata pada masa rezim militer di tahun 80-an."

"2. 'Snowdrop' menggunakan latar belakang dan tema situasi politik tahun 1987 seputar pemilihan presiden dan bukan Gerakan Demokrasi. Sebuah cerita fiksi akan diceritakan seputar rezim militer, Badan Keamanan Nasional dan bagaimana mereka memiliki kepentingan pribadi, bersekongkol dengan kediktatoran Korea Utara untuk mempertahankan kekuasaan."

"3. Di bawah latar belakang ini, karakter utama yang muncul adalah agen Korea Utara dan Agen Keamanan Nasional yang mengejarnya. Mereka tidak akan menjadi karakter yang mewakili pemerintah atau organisasi mereka sendiri. Mereka adalah karakter yang akan menonjolkan keserakahan yang tidak bermoral akan kekuasaan untuk mereformasi rezim, serta pandangan kritis Badan Keamanan Nasional yang secara aktif mendukung hal tersebut. Karena itu, kritik bahwa Snowdrop meromantisasi mata-mata dan Badan Keamanan Nasional tidak relevan."

"4. Seputar penggambaran Agen Keamanan Nasional sebagai 'jujur' karena menolak peran yang kuat di dalam negeri. Sebaliknya, dia kecewa dengan rekan-rekannya yang berhasil menghindari (tujuan awal NSA) untuk menangkap mata-mata. Sebagai gantinya, dia mengambil peran di luar negeri sebagai Agen Hitam. Dia juga adalah seseorang yang berpegang pada prinsip-prinsipnya dan akan melihat apa pun yang menurutnya benar sampai akhir, sambil berpaling dari organisasi yang korup."

"5. Karakter dalam drama dengan nama 'Chun Young Cho' tidak ada relevansinya dengan 'Chun Young Cho' yang dihormati. Namun kami akan mengubah nama pemeran utama wanita karena kritik yang mengaitkannya (dengan drama)."

"Berdasarkan informasi di atas, kami mohon agar mulai saat ini Anda tidak menyebarkan dan mengarahkan opini publik berdasarkan informasi yang tidak benar seolah-olah itu benar. Kami berharap akan diakui bahwa tindakan tersebut akan menyebabkan kerusakan parah dan mengurangi banyak kreator yang berusaha untuk membuat karya yang baik."

"JTBC akan melakukan yang terbaik untuk menerima ulasan bagus melalui drama lengkap kami," tutup JTBC dalam pertanyaan terkait drama yang juga dibintangi Jung Hae In ini.

(wk/chus)

You can share this post!

Related Posts