Barang 'Most Wanted', CVR Sriwijaya Air SJ182 Akhirnya Berhasil Ditemukan
commons.wikimedia.org/Aeroprints.com
Nasional
Sriwijaya Air Hilang Kontak

CVR dan FDR yang merupakan bagian dari black box harus disatukan untuk memberikan informasi yang lengkap mengenai insiden yang terjadi pada suatu pesawat, termasuk Sriwijaya Air SJ182.

WowKeren - Peristiwa jatuhnya Sriwijaya Air SJ182 masih melekat di ingatan masyarakat meski operasi evakuasinya sudah ditutup pada awal Maret 2021. Kendati demikian, tim gabungan di bawah arahan Komite Nasional Keselamatan Terbang (KNKT) tetap melakukan pencarian atas Cockpit Voice Recorder (CVR), salah satu bagian black box pesawat yang belum berhasil ditemukan.

Dan kini, seperti dijelaskan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, CVR Sriwijaya Air SJ182 sudah berhasil ditemukan pada Selasa (30/3). Yang menarik perhatian, CVR ini ditemukan tak jauh dari lokasi penemuan FDR beberapa pekan lalu.

"Flight data recorder akan paripurna apabila dilakukan suatu penggabungan apa yang terjadi di kokpit, yaitu pembicaraan pilot dan kopilot," terang Budi Karya seperti disampaikan di siaran langsung di YouTube Kementerian Perhubungan RI, Rabu (31/1). Selepas ini CVR yang ditemukan akan diserahkan kepada KNKT untuk ditindaklanjuti.

Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono pun membeberkan bagaimana perjalanan panjang timnya hingga berhasil menemukan bagian dari kotak hitam yang merekam pembicaraan pilot dan ko-pilot itu. Dijelaskan Soerjanto tim gabungan hingga para relawan terus bekerja untuk membantu menemukan CVR tersebut, bahkan sampai memakan waktu 1,5 bulan yang sayangnya tak berbuah apapun.


KNKT pun mengevaluasi upaya pencarian CVR. "Salah satunya kita menggunakan kapal pengisap lumpur, yaitu kapal TSHD," terang Soerjanto, yang melanjutkan bahwa prinsip kerjanya seperti vacuum cleaner.

Penggunaan kapal ini pun bukan tanpa alasan, sebab wilayah pencarian memang sangat berlumpur. "Dengan kapal TSHD ini kita melakukan pencarian, kita menyedot sampai kedalaman 1 meter di area 90 x 90," ujar Soerjanto.

Sayangnya operasi pencarian pun tak mudah meski sudah dibantu dengan TSHD. "(Dan) alhamdulillah tadi malam, yang merupakan malam terakhir pencarian lanjutan ini, kita temukan CVR ini," kata Soerjanto.

"Nah CVR ini nanti kita akan bawa ke lab dan akan kita proses untuk pembacaan, yang akan memerlukan waktu kurang lebih antara 3 hari sampai seminggu. Setelah itu kita akan melihat, kita akan bikin transkrip, untuk kita matching-kan dengan apa yang terjadi di dalam kokpit. Sehingga kita bisa menganalisa mengapa hasil di FDR seperti ini dan bagaimana situasi di kokpit," imbuh Soerjanto.

Menurutnya, insiden Sriwijaya Air SJ182 akan sangat sulit dipecahkan apabila tidak menyesuaikan dengan rekaman pembicaraan para pengemudi pesawat di kokpit. "Tanpa CVR di dalam kasus Sriwijaya SJ182 akan sangat sulit menentukan apa penyebabnya," pungkas Soerjanto.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts