Pengakuan Simpatisan Habib Rizieq yang Rela Datangi PN Jaktim: Ingin Dicatat Sama Malaikat
AP Photo
Nasional
Polemik Tes Swab Habib Rizieq

Dua simpatisan Habib Rizieq yang datang ke PN Jakarta Timur pada Rabu (31/3) hari ini mengungkapkan alasan mereka tetap mendatangi pengadilan secara langsung.

WowKeren - Sejumlah simpatisan terdakwa kasus kerumunan dan tes swab COVID-19 Habib Rizieq tetap mendatangi persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim) meski telah dilarang. Para simpatisan ini dikhawatirkan dapat berpotensi menimbulkan kerumunan di masa pandemi virus corona (COVID-19).

Dua simpatisan Habib Rizieq yang datang ke PN Jaktim pada Rabu (31/3) hari ini mengungkapkan alasan mereka tetap mendatangi pengadilan secara langsung. Padahal, keduanya tidak diperkenan masuk sehingga harus menonton jalannya persidangan secara virtual di luar area PN Jaktim.

Salah satu simpatisan bernama Yuyun mengaku berasal dari Jakarta Pusat dan mengendarai motor ke PN Jaktim demi mendukung Habib Rizieq. Ia beralasan ingin pahalanya dicatat oleh Malaikat.

"Ingin dicatat sama Malaikat Raqib dan Atid karena balik kebaikan, ya," tutur Yuyun kepada media detikcom, Rabu. "Karena kita di sini menjadi salah satu pendukung Habib yang rela datang ke sini dengan waktu, tenaga, materi. Kita sempat datang ke sini karena ini dicatat dalam pahala."


Tak sendiri, Yuyun datang ke PN Jaktim bersama kawan satu majelisnya yang bernama Siti Masifah. Keduanya mengaku baru akan pulang dari PN Jaktim usai Habib Rizieq dan terdakwa lainnya selesai menjalani sidang. "Itu aja sih, enggak ada lebih, enggak ada pengin bikin kerusuhan atau kericuhan. Enggak ada, demi Allah enggak ada," ungkapnya.

Mereka juga meyakini bahwa Habib Rizieq tidak bersalah. Oleh sebab itu, mereka berharap Habib Rizieq dibebaskan dari perkara yang menjeratnya ini.

"Itu kita gimana ya, kayak keyakinan. Mas kan percaya akhirat itu ada kan, nyata kan, tapi tidak bisa dijelaskan kata-kata. Karena itu masuk ke akal, seperti itulah. Saya yakin ke sana, pakai keyakinan, pakai hati, tidak bisa diucapkan kata-kata. Karena kalau kita pakai kata-kata kadang salah kan, salah ngomong, salah persepsi, kadang dipelintir juga sama orang. Itu cukup dengan hati, beliau tidak salah," tegas Yuyun. "(Harapannya) beliau kembali berdakwah, beliau kembali ke umatlah. Kita rindu beliau. Rindu banget."

Sebagai informasi, Habib Rizieq didakwa telah menyebarkan berita bohong terkait hasil tes swab COVID-19 di Rumah Sakit Ummi. Jaksa menilai perbuatan Habib Rizieq tersebut telah menimbulkan keonaran di tengah masyarakat.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts