Menu Puasa Mutih Aurel Hermansyah Jelang Nikah Dinyinyiri, Ini Reaksi Pengamat Budaya
Instagram/aurelie.hermansyah
Selebriti
Atta dan Aurel Menikah

Aurel Hermansyah sempat jadi sorotan ketika pamer menu puasa mutih berupa roti tawar putih dan putih telur. Sempat dinilai tak sesuai kaidah, begini kata pengamat terkait menu tersebut.

WowKeren - Menjelang pernikahan 3 April, Aurel Hermansyah disibukkan dengan segala kegiatan. Salah satunya yakni ritual puasa mutih yang kerap dilakukan oleh masyarakat Jawa sebelum menggelar hajatan.

Ritual tersebut awalnya dibocorkan oleh ayah, Aurel, Anang Hermansyah. Menurut Anang, Aurel ingin penampilannya sebagai pengantin pada 3 April itu lebih glowing dan manglingi.

"Kakak @aurelie.hermansyah puasa MUTIH," kata Anang. "Guyss kakak akan melakukan riyula budaya akan melakukan puasa MUTIH supaya sampai hari AKAD nanti supaya manglingin dan segar dan cerah AURANYA ....doainya guysss."

Usai Anang mengungkap hal itu, Aurel sempat pamer menu puasa mutih versinya. Namun postingan Aurel malah dinyinyiri netter. Pasalnya, netter menilai kalau menu roti tawar dan putih telur itu tak sesuai dengan konsep puasa mutih yang biasanya berpantang minum dan makan apa saja kecuali nasi putih dan air putih.


"Gak gitu konsepnya.puasa mutih itu cuma nasi putih sama air putih itu pun makannya ada waktunya sebagaimana ada buka sama sahur gitu," kata netter. "Puasa mutih itu makan cm nasi doang.... mana ada makan roti ama telor," tutur yang lainnya.

Usai menu puasa mutih Aurel diperbincangkan, pengamat budaya sekaligus Dosen Program Studi Jawa dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, Dr Darmoko, ikut buka suara. Ia menilai kalau menu puasa putih Aurel tidak terlalu bergeser dari pakemnya.

Menu puasa mutih ala Aurel itu bagian dari cara kaum milenial beradaptasi dengan kebudayaan yang ada. Yang penting, makna atau tujuan puasa mutih itu tetap tercapai.

"Secara hakekat sebenarnya mutih dengan mengganti objek makanan dengan roti putih dan putih telur tidak terlalu bergeser. Selagi manusia tetap berpegang teguh pada makna yang sebenarnya dari laku mutih itu sendiri, yaitu dengan mengerjakannya secara berkelanjutan dan berpola. Sehingga latihan untuk membentuk kekuatan spiritual pada diri manusia sebagai pribadi tetap akan tercapai," tutur Darmoko.

(wk/riaw)

You can share this post!

Related Posts