Tak Hanya Seru dan Meriah, Ini 8 Tradisi Paskah Sarat Makna di Berbagai Belahan Dunia
pixabay.com/Ilustrasi
SerbaSerbi
Paskah 2021

Selain menghias telur warna-warni, di beberapa negara di dunia perayaan Paskah dimeriahkan dengan cara yang tak kalah unik mulai dari tradisi kembang api hingga cambuk.

WowKeren - Berbicara mengenai Paskah, satu yang terlintas dalam benak kita pastilah tradisi menghias telur warna-warni. Namun rupanya, tradisi Paskah tak hanya sebatas itu. Pada beberapa negara di dunia, selain Amerika Serikat, perayaan Paskah dirayakan dengan cara yang tak kalah unik.

Tentu saja, tradisi yang sudah dilakukan secara turun-temurun tersebut memiliki makna yang besar di baliknya. Di Australia misalkan. Alih-alih menggunakan kelinci sebagai ikon khas Paskah, negara asal kanguru ini telah beralih ke bilby, hewan khas Australia yang memiliki telinga panjang.

Selain Australia, masih ada banyak negara lainnya yang memiliki tradisi unik untuk merayakan Paskah. Penasaran apa saja? Yuk, simak artikel ini lebih lanjut!

(wk/zodi)

1. Gerobak Kembang Api, Italia


Gerobak Kembang Api, Italia
pexels.com/Designecologist

Di Italia, penduduk Florence merayakan tradisi Paskah dengan Scoppio del Carro, atau "ledakan gerobak". Tradisi ini sudah dijalankan sejak 350 tahun yang lalu. Sebuah gerobak berornamen berisi kembang api mula-mula dibawa oleh orang-orang ke jalanan kota. Orang-orang ini memakai kostum khusus warna-warni abad ke-15.

Kereta kemudian akan berhenti di luar Duomo. Lalu, Uskup Agung Florence akan menyalakan sekering selama misa Paskah yang mengarah ke luar ke gerobak dan memicu pertunjukan kembang api yang meriah. Adapun makna di balik tradisi ini berasal dari Perang Salib Pertama dan dimaksudkan untuk memastikan hasil panen yang baik.

2. 'Penyihir' Cilik, Finlandia


'Penyihir' Cilik, Finlandia
pexels.com/Charles Parker

Untuk merayakan Paskah, anak-anak kecil di negara Skandinavia akan berdandan seperti penyihir lengkap dengan syal di leher mereka. Anak-anak ini akan pergi meminta telur cokelat di jalanan sambil membawa keranjang yang terbuat dari ranting willow dan dihiasi bulu.

Di beberapa wilayah Finlandia Barat, orang-orang memiliki tradisi membakar api unggun pada hari Minggu Paskah. Tradisi Nordik ini berakar dari keyakinan bahwa nyala api tersebut akan mengusir penyihir yang terbang berkeliling dengan sapu selama Jumat Agung dan Minggu Paskah.

3. 'Karpet' Warna-Warni, Guatemala


'Karpet' Warna-Warni, Guatemala
pixabay.com

Saat perayaan Paskah, jalanan berbatu di Antigua, Guatemala akan disulap menjadi karpet warna-warni. Jalur menakjubkan warna-warni seperti pelangi ini dibuat menggunakan serbuk gergaji berwarna, sayuran dan bunga. Sementara itu, panjangnya dapat mencapai setengah mil.

Untuk membuat pola dan motif pemandangan yang rumit, para perajin lokal menggunakan stensil. Motif yang rumit ini berupa tema tradisional dan religius. Sayangnya, tradisi ini tak bisa dinikmati dalam waktu yang lama, sebab usai prosesi Jumat Agung di atas karpet akan ada tim pembersih yang akan menyapu semua sisa karya seni yang berharga ini.

4. Menerbangkan Layang-Layang, Bermuda


Menerbangkan Layang-Layang, Bermuda
pexels.com/Quang Nguyen Vinh

Tradisi perayaan Paskah yang tak kalah meriah juga dilakukan oleh warga Bermuda. Untuk merayakan liburan, orang-orang Bermuda berkumpul untuk menerbangkan layang-layang buatan sendiri yang dibuat menggunakan tongkat kayu dan kertas tisu dekoratif.

Biasanya, desain yang digambar berupa desain geometris cerah di langit yang melambangkan kebangkitan Yesus. Tradisi ini biasanya diikuti dengan dengan pesta ikan kod dan bakpao panas, serta sunrise service di tepi pantai. Menurut legenda, seorang guru pernah menerbangkan layang-layang sebagai ilustrasi kenaikan Yesus ke surga.

5. Almond Paskah, Portugal


Almond Paskah, Portugal
pixabay.com

Di Portugal, warga memiliki tradisi saling memberi kacang almond untuk merayakan Paskah. Namun bukan berupa kacang biasa, tetapi sudah dalam bentuk olahan. Camilan lezat tersedia dalam berbagai warna dan lapisan seperti permen, cokelat, atau gula karamel yang renyah saat digigit.

Di sana, ada tradisi bagi anak baptis untuk memberikan tangkai bunga kepada orang tua baptis mereka pada hari Minggu Palma (Minggu sebelum Paskah). Sedangkan orang tua baptis akan memberi almond sebagai imbalan pada hari Minggu Paskah. Kacang almond yang berbentuk telur disebut sebagai simbol yang mewakili awal kehidupan dan musim semi.

6. Tradisi Cambuk, Republik Ceko


Tradisi Cambuk, Republik Ceko
pixabay.com

Tradisi cambuk di Ceko dikenal sebagai pomlázka dan berlangsung pada Senin Paskah. Para pria akan mengunjungi wanita (biasanya berasal dari anggota keluarga atau teman) dan menepuk mereka dengan cambuk. Cambuk yang digunakan terbuat dari jalinan cabang willow yang dibungkus dengan pita warna-warni.

Meskipun tidak dimaksudkan untuk menyakiti, tradisi tersebut dikatakan membawa vitalitas dan kesuburan wanita. Yang mana, secara simbolis disalurkan melalui cabang-cabang pohon willow sebagai pohon pertama yang mekar di musim semi. Sebagai gantinya, pria akan mendapatkan telur warna-warni atau cokelat.

7. Membaca Novel Kriminal, Norwegia


Membaca Novel Kriminal, Norwegia
pexels.com/Anete Lusina

Alih-alih berupa perayaan yang meriah, orang-orang di Norwegia justru merayakan Paskah dengan membaca novel. Menurut Visit Norway, sebuah situs panduan wisata di negara itu, Paskah di sana adalah waktu yang populer untuk membaca novel kriminal dan bermain ski. Tradisi ini telah berlangsung sejak tahun 1923.

Kala itu, sebuah penerbit buku mempromosikan novel kriminal barunya di halaman depan surat kabar. Iklan tersebut sangat mirip dengan berita sehingga orang tidak tahu itu adalah aksi publisitas, sehingga mendapat perhatian besar. Dari sinilah tradisi itu lahir.

8. Cokelat Bilby, Australia


Cokelat Bilby, Australia
pexels.com/Giftpundits.com

Meski Paskah umumnya identik dengan kelinci, namun tidak demikian halnya di Australia. Di Negara Kanguru ini, kelinci secara luas justru dianggap sebagai hama karena dapat merusak tanaman dan lahan. Oleh sebab itu, pada tahun 1991, sebuah perusahaan nirlaba Rabbit-Free Australia mengganti kelinci Paskah dengan bilby.

Bilby merupakan hewan marsupial bertelinga panjang khas Australia. Sayangnya, hewan ini terancam punah karena semakin maraknya predator dan kelinci liar Eropa yang mengambil alih habitat mereka. Perusahaan pembuat permen membuat cokelat bilby untuk menyelamatkan hewan ini, dengan mengalokasikan sebagian dari hasil penjualan ke organisasi konservasi.

Bagaimana, cukup menarik bukan tradisi negara-negara di dunia saat perayaan Paskah? Jika kamu ingin tahu tradisi lainnya, kamu bisa menyimaknya di sini. Intip juga hidangan khas dari penjuru dunia yang disajikan saat Paskah di artikel ini, ya.

You can share this post!

Related Posts