Terungkap Alasan KPI Beri Izin RCTI Siarkan Langsung Pernikahan Atta Halilintar-Aurel Hermansyah
Instagram/officialrcti
TV
Atta dan Aurel Menikah

Meski sempat mendapatkan teguran, RCTI rupanya masih akan tetap menggelar siaran langsung acara pernikahan Atta halilintar dan Aurel Hermansyah. Lantas kini pihak KPI membeberkan alasan mengapa pihaknya memberikan izin.

WowKeren - RCTI sempat mendapatkan teguran lantaran menyiarkan acara lamaran Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah. Meski begitu, ternyata di hari ini, Sabtu (3/4) pihak stasiun televisi tersebut juga akan tetap menyiarkan secara lansgung acara pernikahan Aurel dan Atta.

Lantas kini pihak Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) buka suara untuk mengungkapkan alasan mengapa RCTI masih diizinkan untuk melakukan siaran langsung acara pernikahan Atta dan Aurel. Rupanya pihak KPI sudah melakukan pertemuan secara virtual dengan RCTI untuk mendapatkan jalan tengah terkait hal tersebut.

Menurut KPI, RCTI telah melakukan perbaikan dari acara lamaran ke acara siraman. Sehingga KPI akhirnya mengizinkan RCTI untuk tetap menyiarkan rangkaian acara pernikahan Atta dan Aurel.

"Yang pertama itu kan sebetulnya pada saat pemanggilan setelah acara lamaran itu kami melakukan pemanggilan kan. Kemudian setelah itu komunikasinya baik by phone ya," ujar Wakil Ketua KPI, Mulyo Hadi Purnomo.


"Beberapa teman komisioner yang ditanya dan kami di dalam rapat itu kemudian dirumuskan beberapa hal yang sebaiknya dilakukan," tambahnya. "Kalau kemudian itu tidak dilakukan bisa jadi kemarin yang siraman itu sudah menjadi sanksi ya."

KPI memberikan syarat utama agar penayangan siaran langsung pernikahan Atta dan Aurel mengandung nilai edukasi. Menurut Mulyo, poin tersebut sudah terpenuhi pada siaran acara siraman Aurel.

"Memberikan nilai edukasi pada program semacam itu karena mereka memiliki basis penggemar. Sehingga pengetahuan belajar tentang hal yang seperti itu bisa tersampaikan sekaligus," terang Mulyo.

Selain itu, KPI juga membatasi siaran tersebut agar berlangsung tak lebih dari dua jam. "Iya kemarin disampaikan memang ada kesepakatan itu periode yang lama ya yang menyebutkan kurang lebihnya sih 2 jam. Artinya kalau mau di roll itu 2 jam. Berbeda dengan ketika lebih dari itu tetapi ada nilai informasi, Ada nilai pengetahuan yang disampaikan di situ. Ada nilai pendidikan yang disampaikan di situ," tuturnya.

Pihak KPI juga menyarankan agar ada komentator yang mengendalikan siaran langsung acara tersebut. "Kembali lagi kita harus melihat kontennya ya setelah disuguhkan itu. Kalau harapan kami kemarin itu sempat kami minta ada semacam komentator ya. Misalnya di pernikahannya itu ada komentator 'ini prosesnya pakai kebudayaan mana?'" pungkas Mulyo.

(wk/lail)

You can share this post!

Related Posts