Tak Hanya Menahan Lapar dan Haus, Ini 8 Keutamaan Puasa untuk Kesehatan Tubuh
Unsplash/GLOBENCER
Health

Bagi sebagian orang, puasa mungkin bisa bermanfaat untuk membantu menurunkan berat badan karena asupan makanan menjadi berkurang. Namun lebih dari itu, puasa memiliki manfaat lain.

WowKeren - Sebentar lagi umat muslim di dunia akan menyambut datangnya bulan suci Ramadan. Di bulan ini, umat muslim akan menjalankan ibadah puasa yang dilakukan selepas fajar hingga matahari terbenam. Selama rentang waktu itu, umat muslim dilarang makan dan minum secara sengaja.

Karena harus menahan lapar dan haus selama lebih dari 10 jam, tak jarang orang berpikir bahwa puasa bisa berdampak buruk pada kesehatan. Namun sejatinya, hal ini justru sebaliknya. Puasa selama rentang waktu tertentu justru bisa mendatangkan manfaat untuk kesehatan.

Bagi sebagian orang, puasa mungkin bisa bermanfaat untuk membantu menurunkan berat badan karena asupan makanan menjadi berkurang. Namun lebih dari itu, puasa memiliki manfaat lain tak terduga untuk kesehatan, termasuk membantu mengontrol gula darah. Untuk lebih jelasnya, yuk simak saja artikel ini.

(wk/zodi)

1. Mengontrol Gula Darah


Mengontrol Gula Darah
Unsplash/Kate

Keutamaan puasa bagi kesehatan tubuh yang pertama adalah dapat meningkatkan kontrol gula darah, yang mana hal ini sangat berguna bagi mereka yang berisiko diabetes. Studi menunjukkan jika puasa intermiten dan puasa alternatif sama efektifnya dengan membatasi asupan kalori dalam mengurangi resistensi insulin.

Penurunan resistensi insulin mampu meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin, yang mana hal ini memungkinkan tubuh untuk mengangkut glukosa dari aliran darah ke sel-sel dengan lebih efisien. Namun, perlu diingat bahwa beberapa penelitian telah menemukan jika puasa dapat memengaruhi kadar gula darah secara berbeda untuk pria dan wanita.

2. Mengurangi Inflamasi


Mengurangi Inflamasi
Getty Images/Thinkstock

Inflamasi merupakan bagian dari proses tubuh untuk melindungi diri dari infeksi. Namun, inflamasi kronis justru dapat menimbulkan konsekuensi serius bagi kesehatan. Studi menunjukkan adanya keterkaitan antara inflamasi dengan risiko berkembangnya kondisi kronis seperti penyakit jantung, kanker, dan rheumatoid arthritis (RA).

Penelitian menunjukkan puasa dapat membantu menurunkan tingkat peradangan dan membantu meningkatkan kesehatan. Studi pada 50 orang dewasa sehat menunjukkan bahwa intermitten fasting selama satu bulan secara signifikan mampu menurunkan tanda-tanda peradangan. Studi kecil lainnya menemukan efek yang sama ketika orang berpuasa selama 12 jam sehari selama satu bulan.

3. Memperlancar Sekresi Hormon Tertentu


Memperlancar Sekresi Hormon Tertentu
Getty Images

Hormon Pertumbuhan atau Human Growth Hormone (HGH) adalah hormon protein yang penting bagi banyak aspek kesehatan tubuh. Studi menunjukkan jika hormon ini memegang kunci penting dalam pertumbuhan, metabolisme, penurunan berat badan, dan kekuatan otot. Pada beberapa penelitian, menunjukkan jika puasa secara alami dapat meningkatkan kadar HGH.

Masih berhubungan dengan poin nomor 1, puasa dapat membantu mempertahankan kadar gula darah dan level insulin tetap stabil, yang selanjutnya dapat mengoptimalkan kadar HGH. Hal ini didukung dengan penelitian yang menemukan bahwa peningkatan kadar insulin dapat mengurangi kadar HGH.

4. Tubuh Mampu Menyerap Lebih Banyak Nutrisi


Tubuh Mampu Menyerap Lebih Banyak Nutrisi
Unsplash/Katie Smith

Dengan tidak makan sepanjang hari selama puasa Ramadan, kamu akan mendapati jika metabolisme tubuhmu menjadi lebih efisien. Artinya, jumlah nutrisi yang kamu serap dari makanan yang dikonsumsi selama sahur akan meningkat. Tentu saja, hal ini berkat peningkatan hormon adiponektin.

Hormon adiponektin memungkinkan otot menyerap lebih banyak nutrisi yang mana, kondisi ini akan membawa manfaat kesehatan di seluruh tubuh. Hal ini disebabkan karena berbagai area di seluruh tubuh akan menyerap dengan lebih baik dan memanfaatkan nutrisi yang dibutuhkan untuk menjalankan fungsinya.

5. Mengeluarkan Racun dari Dalam Tubuh


Mengeluarkan Racun dari Dalam Tubuh
Unsplash/Naassom Azevedo

Selain bagus untuk 'membersihkan' diri secara spiritual, puasa Ramadan juga mampu mengeluarkan racun dalam artian sebenarnya dari tubuh. Puasa artinya kamu akan menahan untuk tidak makan dan minum adalah kurun waktu tertentu. Kondisi ini akan memberikan kesempatan pada tubuh untuk mendetoksifikasi sistem pencernaan.

Ketika tubuh mulai menggunakan cadangan lemak untuk menghasilkan energi, di saat yang sama aktivitas ini juga akan membakar racun berbahaya yang mungkin ada di timbunan lemak selama ini. Pembersihan tubuh ini ini akan menjadi awal yang baik untuk mengubah gaya hidup yang secara konsisten lebih sehat.

6. Meningkatkan Fungsi Otak


Meningkatkan Fungsi Otak
Unsplash/Natasha Connell

Menunaikan ibadah puasa Ramadan tak hanya diyakini bisa meningkatkan kesejahteraan spiritual namun juga pikiran. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan di Amerika Serikat menunjukkan bahwa fokus mental yang dicapai selama Ramadan mampu meningkatkan faktor neurotropik yang diturunkan dari otak.

Kondisi ini menyebabkan tubuh memproduksi lebih banyak sel otak, yang pada akhirnya akan meningkatkan fungsi otak. Lalu di lain sisi, berkurangnya jumlah hormon kortisol yang diproduksi oleh kelenjar adrenal, berarti bahwa tingkat stres sangat berkurang selama dan setelah Ramadan.

7. Meningkatkan Kesehatan Jantung


Meningkatkan Kesehatan Jantung
Unsplash/Robina Weermeijer

Berdasarkan situs Health Line, penyakit jantung menjadi penyebab dari 31,5 persen kematian di dunia. Untuk mengurangi risiko penyakit ini, salah satu cara paling efektif yang bisa dilakukan adalah dengan mengubah gaya hidup termasuk pola makan. Beberapa penelitian menemukan jika memasukkan puasa ke dalam rutinitas mungkin sangat bermanfaat dalam hal kesehatan jantung.

Sebuah penelitian yang dilakukan pada 4.629 orang menunjukkan adanya keterkaitan antara puasa dengan risiko penyakit arteri koroner dan diabetes yang lebih rendah. Sedangkan penelitian pada 110 orang dewasa dengan berat badan berlebih menunjukkan bahwa puasa selama tiga minggu secara signifikan mampu menurunkan tekanan darah, kadar trigliserida darah, dan kolesterol jahat.

8. Meningkatkan Metabolisme Tubuh


Meningkatkan Metabolisme Tubuh
Getty Images

Banyak pelaku diet yang menganggap puasa sebagai jalan pintas untuk menurunkan berat badan. Secara teori, tidak makan dan minum akan menurunkan asupan kalori secara keseluruhan yang akan berdampak pada penurunan berat badan. Sejumlah penelitian juga menunjukkan jika puasa jangka pendek dapat meningkatkan metabolisme dengan meningkatkan kadar neurotransmitter norepinefrin, yang dapat meningkatkan penurunan berat badan.

Demikian tadi manfaat puasa Ramadan untuk menjaga kesehatan tubuh. Agar puasamu maksimal, kamu juga harus memperhatikan asupan makanan yang kamu makan, ya. Jangan berlebihan saat sahur maupun berbuka. Ingat jika segala sesuatu yang berlebihan tentu tidak baik, bukan?

Sebagai persiapan menyambut puasa, kamu juga perlu memastikan agar tubuh dalam kondisi prima. Selain menjaga stamina tubuh, intip juga persiapan lainnya di artikel ini, ya. Intip juga tips untuk tetap produktif saat menjalankan ibadah puasa di sini.

You can share this post!

Related Posts