Kaya Protein dan Prebiotik, Ini 7 Jenis Yoghurt Lezat Berdasarkan Bahan Pembuatnya
Pixabay
Kuliner

Tidak sulit menemukan produk olahan susu yang satu ini di pasaran. Kabar baiknya lagi, yoghurt tersedia dalam berbagai pilihan rasa bagi kamu yang kurang suka dengan rasa tawar.

WowKeren - Salah satu produk olahan susu yang juga lezat adalah yoghurt. Tak hanya lezat, yoghurt menyimpan segudang manfaat yang baik untuk kesehatan. Tak hanya kaya protein, yoghurt juga mengandung prebiotik yang baik untuk mendukung kesehatan sistem pencernaan.

Selain itu, yoghurt juga diperkaya dengan kandungan kalsium yang penting untuk mendukung kesehatan tulang. Tak jarang jika makanan sehat yang satu ini sangat populer. Tidak susah untuk menemukan produk olahan susu yang satu ini di pasaran. Kabar baiknya lagi, yoghurt tersedia dalam berbagai pilihan rasa bagi kamu yang kurang suka dengan rasa tawar.

Namun lebih dari itu, tahukah kamu jika yoghurt sendiri ada beragam jenisnya? Yoghurt dibedakan berdasarkan bahan pembuatnya, termasuk yoghurt almond yang terbuat dari campuran kacang almond dan air. Selain itu, masih banyak jenis yoghurt yang ada di pasaran. Penasaran apa saja? Yuk, simak lebih lebih lanjut di artikel ini.

(wk/zodi)

1. Yoghurt Almond


Yoghurt Almond
alphafoodie.com

Seperti namanya, kamu pasti sudah bisa menebak bahan pembuat yoghurt ini. Bukan dari susu sapi, yoghurt ini dibuat dari campuran kacang almond bubuk dan air rendah kalori. Yoghurt almond adalah yoghurt non-susu yang tinggi serat dan kalsium, serta rendah lemak dan natrium. Produk yang sempurna bagi kamu yang menghindari laktosa atau susu, bukan?

Tekstur yoghurt ini tidak seberapa kental, hampir mirip seperti yoghurt tradisional biasa. Yoghurt almond biasanya memiliki kandungan gula yang lebih rendah dengan lemak sehat. Dibanding yoghurt susu sapi, yoghurt jenis ini lebih rendah protein.

2. Greek Yoghurt


Greek Yoghurt
commons.wikimedia.org/ProjectManhattan

Istilah greek yoghurt mengacu pada asal muasal yoghurt ini, Yunani. Selama beberapa tahun terakhir, jenis yoghurt yang satu ini adalah yang paling mendominasi. Dibanding yoghurt yang dibuat tanpa melalui proses penyaringan, greek yoghurt memiliki protein dua kali lebih banyak serta kandungan gula yang lebih sedikit.

Selain itu jika dibanding yoghurt susu sapi biasa, yoghurt yang satu ini mengandung lebih sedikit karbohidrat. Memiliki tekstur yang lebih kental dan lembut, greek yoghurt telah menjadi bagian dari makanan sehari-hari masyarakat Mediterania, termasuk Yunani. Selain kaya kalsium, yoghurt ini juga merupakan sumber kalium yang baik untuk mengontrol tekanan darah.

3. Skyr atau Yoghurt Islandia


Skyr atau Yoghurt Islandia
commons.wikimedia.org/SkylerWang

Skyr adalah produk olahan susu yang berasal dari Islandia. Pembuatan yoghurt ini melalui proses penyaringan hingga empat kali sehingga tak ayal jika teksturnya sangat kental, bahkan disebut-sebut sebagai jenis yoghurt dengan tingkat kekentalan tertinggi. Skyr telah dikonsumsi oleh masyarakat Islandia sejak lebih dari seribu tahun yang lalu.

Yoghurt ini dibuat dengan cara menginkubasi susu skim dengan memanfaatkan bakteri hidup. Kandungan air pada susu akan disaring sehingga menghasilkan yoghurt yang benar-benar kental dan pekat. Yoghurt ini memiliki rasa agak asam dan manis untuk after taste-nya.

4. Yoghurt Kelapa


Yoghurt Kelapa
reallifeofpie.com

Kabar gembira bagi kamu yang suka kelapa, karena ada yoghurt khusus yang terbuat dari tanaman bernama ilmiah Cocos nucifera ini. Yoghurt ini dibuat dari daging putih buah kelapa yang kaya lemak, yang kemudian diperas untuk dibuat santan lalu dipadukan dengan bakteri hidup untuk menghasilkannya.

Umumnya, santan kelapa memiliki tekstur yang kental menyerupai krim atau susu murni. Namun ketika sudah dijadikan yoghurt, teksturnya menjadi sedikit lebih encer seperti yoghurt tradisional. Karena terbuat dari kelapa, yoghurt ini memiliki rasa yang lebih enak, namun kekurangannya adalah kandungan protein yang lebih rendah.

5. Yoghurt Susu Domba


Yoghurt Susu Domba
commons.wikimedia.org/Kris Miller

Dari namanya, kamu sudah bisa menebak dari apa yoghurt ini dibuat, bukan? Yoghurt susu domba bisa menjadi pilihan yang tepat bagi kamu mencari rasa dan tekstur yang mirip dengan yoghurt susu sapi, namun memiliki alergi. Yoghurt susu domba memiliki kandungan lemak yang lebih tinggi dari pada yoghurt susu sapi.

Yoghurt susu domba sangat ideal digunakan untuk memasak. Sebab, yoghurt ini teksturnya tidak akan rusak saat terkena suhu tinggi. Kabar baiknya lagi, yoghurt susu domba adalah sumber vitamin B, kalsium, dan riboflavin yang sangat baik.

6. Yoghurt Kedelai


Yoghurt Kedelai
commons.wikimedia.org/Feuerrabe

Yoghurt sari kedelai dibuat dengan bahan dasar susu kedelai yang dikentalkan dengan cara memanfaatkan bakteri hidup. Karena tidak mengandung susu, maka yoghurt kedelai ini sangat cocok dijadikan pilihan bagi mereka yang menghindari protein hewani.

Rendah kolesterol, yoghurt ini memiliki tekstur encer. Manfaat lainnya adalah bahwa produk ini disebut mampu memblokade enzim yang berkaitan dengan pencernaan karbohidrat, sehingga menyebabkan peningkatan gula darah yang lebih lambat setelah makan.

7. Yoghurt Tradisional


Yoghurt Tradisional
Pixabay

Dibanding greek yoghurt, yoghurt tradisional memiliki tekstur yang lebih cair. Hal ini disebabkan karena proses pembuatannya yang tanpa melalui penyaringan. Yoghurt ini dibuat dengan cara mengentalkan susu melalui asam laktat sehingga menghasilkan rasa dengan aroma yang khas. Yoghurt jenis ini cocok untuk kamu yang ingin mendapatkan kalsium namun kurang suka dengan tekstur yang terlalu kental.

Selain dinikmati secara langsung, yoghurt juga banyak dijadikan sebagai bahan untuk membuat kue maupun campuran salad. Kalau kamu mencari yoghurt yang lebih praktis dikonsumsi, saat ini ada yoghurt cair yang tersedia dalam berbagi rasa.

Manfaat yoghurt memang sudah tak diragukan, terutama untuk kecantikan kulit seperti yang dijelaskan pada artikel ini. Selain yoghurt, keju juga adalah produk olahan susu yang tak kalah nikmat. Untuk mengetahui jenis-jenis keju, simak juga artikel ini, ya.

You can share this post!

Related Posts