Seru dan Meriah, Ini 8 Tradisi Ramadan Unik dan Menarik di Berbagai Belahan Dunia
Pixabay
Travel

Tradisi yang hanya dilakukan saat Ramadan, membuat bulan ini sangat spesial dan mampu memupuk kebersamaan. Tak ayal Bulan Suci selalu menjadi yang dinanti-nanti.

WowKeren - Bulan Ramadan adalah bulan yang banyak ditunggu-tunggu oleh umat muslim di dunia. Di bulan yang suci ini, umat muslim percaya jika amalan baik yang mereka lakukan akan mendapatkan balasan yang berlipat ganda.

Namun selain itu, ada alasan lain mengapa bulan ini selalu menjadi yang paling dinanti-nanti setiap tahunnya. Adalah tradisi yang hanya dilakukan saat bulan Ramadan, membuat bulan ini sangat spesial dan mampu memupuk kebersamaan. Tradisi ini ada yang dilakukan menjelang ataupun selama Ramadan berlangsung.

Setiap negara memiliki tradisi Ramadan yang berbeda. Umumnya, tradisi ini telah berlangsung dari zaman dulu yang diturunkan dari generasi ke generasi. Penasaran ingin tahu seperti apa Ramadhan di berbagai belahan dunia? Simak terus untuk mengetahuinya, ya!

(wk/zodi)

1. Padusan dan Megengan, Indonesia


Padusan dan Megengan, Indonesia
indonesia.go.id

Mari kita mulai dari negeri tercinta. Di Indonesia, masyarakat memiliki tradisi padusan yang bertujuan untuk membersihkan jiwa dan raga. Berasal dari bahasa Jawa adus yang berarti mandi, tradisi ini dilakukan dengan berendam atau mandi di sumur-sumur atau sumber mata air. Tradisi ini bertujuan agar pelakunya bisa menjalankan ibadah dalam kondisi suci lahir dan batin.

Selain padusan, ada juga tradisi megengan yang tak kalah ramai dilakukan menjelang puasa. Tradisi ini dilakukan dengan membagikan makanan ke tetangga, bisanya jajanan wajibnya adalah kue apam yang dimaksudkan sebagai ungkapan permohonan maaf kepada sesama umat Islam. Sementara itu, kata "megengan" sendiri memiliki arti menahan.

2. Tembakan Meriam, Lebanon


Tembakan Meriam, Lebanon
dailynewsegypt.com

Tradisi Ramadan yang satu ini mungkin yang tertua di Timur Tengah. Beberapa negara Timur Tengah, termasuk Lebanon, mempraktikkan midfa al iftar sampai sekarang, yang mana usia tradisi ini hampir mencapai 200 tahun sejak pertama dilakukan. Tradisi ini konon berasal dari Mesir.

Kala itu Mesir berada di bawah penguasa Ottoman, Khosh Qadam, yang secara tidak sengaja menembakkan meriam saat matahari terbenam. Suaranya bergema di seluruh kota Kairo dan orang-orang mengira itu sebagai sinyal untuk berakhirnya puasa. Aktivitas ini kemudian berkembang menjadi tradisi. Lebanon bahkan punya kanon khusus untuk tradisi ini yang berasal dari abad ke-19.

3. Haq al Laila, Uni Emirat Arab


Haq al Laila, Uni Emirat Arab
thenationalnews.com

Di Uni Emirat Arab, ada tradisi haq al laila yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun. Haq al laila ditujukan untuk menyambut datangnya bulan suci, bisanya mulai dilakukan pada malam ke-15 Sya'ban, yakni bulan sebelum Ramadan.

Anak-anak akan keluar ke jalanan kampung dengan riang. Mereka akan bernyanyi dan dan mengumpulkan permen sambil meneriakkan kalimat dalam bahasa Arab, yang memiliki arti "Berilah kami dan Allah akan memberimu pahala, dan membantumu mengunjungi Mekah." Tradisi ini bertujuan untuk memberitahukan orang-orang bahwa Bulan Suci telah tiba.

4. Tabuh Gendang, Turki


Tabuh Gendang, Turki
ieagle.com

Tabuhan genderang telah menjadi "alarm alami" bagi masyarakat untuk bangun sahur selama Ramadan sejak Kakaisaran Ottoman. Hingga kini, ada 2.000 penabuh gendang di jalanan Turki yang menyatukan penduduk lokal selama momen Ramadan. Mereka biasanya mengenakan kostum tradisional Ottoman.

Para penabuh genderang ini akan berkeliling dengan davul (drum khas Turki), dan mengandalkan kemurahan hati penduduk untuk memberi mereka tip atau berbagi makanan sahur. Untuk mendorong generasi muda menjaga tradisi kuno ini, Turki memperkenalkan kartu keanggotaan untuk para drummers.

5. Lentera Warna-Warni, Mesir


Lentera Warna-Warni, Mesir
dailyfeed.dailynewsegypt.com

Fanous mungkin adalah tradisi Ramdan yang paling berwarna dan indah di seluruh dunia. Fanous merupakan lentera Ramadan berwarna-warni yang unik. Saat Ramadan, dekorasi rumah-rumah di Mesir akan semakin berwarna dengan hiasan lentera ini. Dikenal karena desainnya yang berbeda dan pengerjaan yang rumit, fanous telah menjadi simbol Ramadan secara universal.

6. Nafar, Maroko


Nafar, Maroko
moroccoworldnews.com

Serupa dengan tradisi genderang di Turki, di Maroko ada para nafar yang bertugas membangunkan orang-orang saat sahur. Mereka mengenakan gandora tradisional, topi, dan sepasang sandal sederhana untuk berkeliling kampung sambil menyanyikan doa merdu.

Menjadi seorang Nafar dianggap sebagai tugas yang mulia. Penduduk kota biasanya memilih orang-orang yang paling berempati dan jujur di antara mereka. Pada malam terakhir Ramadhan, para pria ini akan mendapat kompensasi karena telah menegakkan tradisi religius yang telah berlangsung lama di Maroko.

7. Permainan Mheibes, Irak


Permainan Mheibes, Irak
al-monitor.com

Di Irak, ada tradisi permainan yang populer dilakukan kala Ramadan, Mheibes. Setelah berbuka puasa, para pria di Irak berkumpul di kampung dan terbagi menjadi dua kelompok. Konsep permainan ini adalah tim akan bergantian menyembunyikan cincin.

Permainan dimulai dengan ketua tim memberikan cincin kepada anggotanya secara diam-diam. Para anggota tim duduk di tanah dengan tangan mengepal di pangkuan mereka. Tim lain harus menebak siapa anggota yang memiliki cincin itu. Permainan tipu daya ini sederhana namun menarik dan telah diwariskan dari generasi ke generasi di Irak.

8. Chaand Raat, India dan Pakistan


Chaand Raat, India dan Pakistan
fashioncentral.pk

Di malam terakhir Ramadan atau yang disebut sebagai Chaand Raat, jalanan di Asia Selatan menjadi hidup dengan kemeriahan. Sesuai tradisi Ramadhan di India, Pakistan, dan Bangladesh, teman dan keluarga akan merayakan malam sebelum Idul Fitri ini dengan bertukar makanan penutup dan camilan manis.

Masyarakat akan keluar untuk hiburan dan berbelanja. Para wanita akan berbondong-bondong ke toko perhiasan dan kios henna untuk mendapatkan gelang yang serasi dan menghias tangan mereka. Di ketiga negara tersebut, pemakaian henna telah menjadi tradisi Ramadan yang sudah berlangsung sejak lama.

Bagaimana, menarik bukan tradisi Ramadan di seluruh penjuru dunia? Untuk menyambut datangnya bulan suci ini, sudahkah kamu melakukan persiapan yang diperlukan? Jika belum, yuk simak apa saja yang sebaiknya kamu lakukan di sini. Intip juga artikel ini untuk mengetahui keutamaan puasa Ramadan.

You can share this post!

Related Posts