Mundur Dari Demokrat Versi KLB, Razman Nasution: Saya Sayang Dengan Pak Moeldoko
Nasional
Isu Kudeta Partai Demokrat

Pengacara Razman Arif Nasution memutuskan untuk mundur usai Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) menolak hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Demokrat kubu Moeldoko.

WowKeren - Pengacara Razman Arif Nasution diketahui memutuskan untuk mundur dari posisi Ketua Advokasi dan Hukum Partai Demokrat kubu Moeldoko. Keputusan tersebut diambil Razman usai Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) menolak hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Demokrat kubu Moeldoko.

Kekinian, Razman mengaku bahwa dirinya bersyukur bisa cepat keluar dari kubu Moeldoko. Razman juga menyebut bahwa dirinya tidak terjebak lumpur.

"Saya lihat di salah satu (media) online, katanya mereka bersyukur, sekarang timnya tambah solid, kemudian lebih berhati-hati menerima orang," ungkap Razman pada Senin (5/4). "Lha, justru saya pun untung enggak kejebak di dalam menjadi lumpur, gitu. Masih bisa saya cepat keluar."

Lebih lanjut, Razman mengaku memutuskan untuk mundur karena sayang pada Moeldoko. Oleh sebab itu, Razman meminta para penggagas KLB untuk memberikan informasi yang transparan kepada Moeldoko.


Menurutnya, para penggagas KBL Deli Serdang tak memiliki data lengkap tentang anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) Partai Demokrat. Oleh sebab itu, ia mengundurkan diri lantaran tak ingin dipermalukan di sidang Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) dengan masih bergabung di kubu Moeldoko.

"Kita mesti jaga dong nama kita. Bagaimana mungkin besok, misalnya di pengadilan, saya menyuguhkan data yang tidak valid. Kebayang enggak saya jadi bulan-bulanan majelis hakim dan sama penggugat. Saya enggak mau konyol di dalam," ungkapnya. "Saya minta mereka (penggagas KLB) transparanlah kepada Pak Moeldoko. Supaya Pak Moeldoko mengerti situasi yang sebenarnya. Jangan nanti apa yang disampaikan oleh AHY, bahwa Pak Moeldoko itu terkena makelar politik. Saya nggak mau itu gitu lho, karena saya sayang dengan Pak Moeldoko. Beliau aset bangsa."

Tak hanya itu, Razman juga menyinggung soal elite Demokrat Andi Mallarangeng yang mengusulkan agar Moeldoko membentuk partai baru. Menurut Razman, Andi seperti ks Bendum Partai Demokrat Nazaruddin.

"Nazaruddin ini koruptor. Orang berpikir nanti kalau dia masih ada di dalam, orang bisa mencurigai ini KLB sama ke depannya biaya dia. Itu tidak ada dan dia kerap memberi tahu jangan (datang) sidang (di PTUN) tanggal 30 kemarin," katanya. "Andi Mallarangeng nggak usah banyak ngomong dululah. Kan Anda baru keluar itu dari prodeo (penjara), ya kan, karena negatif. Jadi kalau kami di kubu Pak Moeldoko, saya keluar dan saya suarakan Nazar (Nazaruddin) itu beban, di sana itu menurut saya Andi beban."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts