Berkonflik Lagi, Demokrat Kubu Moeldoko dan AHY Kompak Minta Lawan Bikin Partai Baru Saja
demokrat.or.id
Nasional
Isu Kudeta Partai Demokrat

Andi Mallarangeng dari kubu AHY menyarankan pihak Moeldoko untuk membentuk partai baru usai gagal disahkan Kemenkumham. Kubu Moeldoko pun sigap bereaksi atas saran tersebut.

WowKeren - Konflik internal di tubuh Partai Demokrat tampaknya belum berakhir meski Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly sudah menetapkan keputusan menolak kepengurusan hasil Kongres Luar Biasa Deli Serdang, Sumatera Utara. Bahkan kini kedua kubu yang berseteru sama-sama mengeluarkan rekomendasi pembentukan partai baru saja.

Hal ini bermula dari Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Andi Mallarangeng pada Senin (5/4). Andi menyampaikan 3 opsi bagi kubu Moeldoko, salah satunya adalah membentuk partai baru saja.

"Opsi kedua tentu saja adalah Pak Moeldoko cs itu bisa membuat partai baru dengan modal pendukung-pendukung yang ada di Deli Serdang itu, dan katanya sudah bikin struktur partai dan sebagainya," terang Andi, dikutip dari Detik News, Selasa (6/4). "Itu modal untuk membuat partai baru."

"Kalau jalan atau opsi membuat partai baru apapun namanya itu yang dilakukan maka pasti tidak akan kegaduhan, tidak ada ribut-ribut," imbuh politikus yang pernah tersandung kasus korupsi itu. "Masing-masing mengurus partai masing-masing."


Dan seperti sudah bisa diduga, opsi dari Andi ini langsung dimentahkan kubu Moeldoko. Juru bicara KLB Muhamammad Rahmad malah berbalik menyarankan agar kubu Agus Harimurti Yudhoyono, yang tentu saja berkaitan dengan Susilo Bambang Yudhoyono untuk membuat partai baru.

"Terkait opsi kedua Andi yang menawarkan membuat partai baru," ujar Rahmad. "Maka kami bersama tokoh-tokoh pendiri Partai Demokrat yang dulu mereka berdarah-darah mendirikan partai tahun 2001, mempersilakan SBY untuk mendirikan partai baru."

"Jangan mengambil alih kepemilikan Partai Demokrat dari para pendiri, dengan mengelabui para pengurus DPD dan DPC atas nama demokrasi," sambungnya. "Terserah kepada SBY mau dikasih nama apa. Ada yang mengusulkan diberi nama PKC (Partai Keluarga Cikeas)."

Saran dari Rahmad ini jelas saja langsung kembali ditanggapi oleh kubu AHY yang diwakili Andi Mallarangeng. Sembari tertawa, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga itu mempertanyakan logika kubu Moeldoko. "Itu mah lucu. Wong yang sah dan legal adalah Partai Demokrat dengan kubu AHY," sahut Andi dengan pedas.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts