Dubes Minta WNI Tolak Tawaran Kerja Jadi ART di Turki Karena Bahaya Ini
community.home-assistant.io
Nasional

Koordinator bidang Protokol, Konsuler, dan Perlindungan WNI KBRI Ankara, Harlianto, mengungkapkan bahwa pihak yang membawa masuk ART ke Turki kerap memanfaatkan visa elektronik turis yang terbilang mudah didapatkan.

WowKeren - Masyarakat Indonesia diimbau untuk tidak mudah percaya pada tawaran pekerjaan sebagai asisten rumah tangga (ART) di Turki. Menurut Duta Besar RI untuk Turki, Lalu Muhammad Iqbal, tawaran tersebut berpotensi menjadi kasus perdagangan orang.

"Hampir dipastikan semua orang yang ke Turki tawaran sebagai asisten rumah tangga di Turki itu dipastikan adalah ilegal," terang Lalu dalam konferensi pers pada Senin (5/4). Menurut Lalu, ada sejumlah alasan tawaran pekerjaan sebagai ART di Turki patut dicurigai.

Yang pertama, Turki tidak membuka sektor pekerjaan ART untuk orang asing. Sedangkan yang kedua, orang Turki sendiri umumnya tidak menggunakan jasa ART.

Oleh sebab itu, Lalu meminta masyarakat Indonesia untuk tidak percaya ada peluang kerja menjadi ART di Turki. "Agar tidak menerima tawaran untuk menjadi pekerja sektor asisten rumah tangga di Turki karena dua alasan tadi," tegas Lalu.


Sementara itu, jumlah kasus perdagangan manusia yang melibatkan WNI disebut Lalu mengalami lonjakan. Dalam sebagian besar kasus, korban dipekerjakan sebagai ART di Turki.

Menurut Lalu, total kasus tindak pidana perdagangan orang yang melibatkan WNI sepanjang tahun 2020 mencapai 20 kasus. "Sementara dalam jangka waktu Januari hingga hari ini pada tahun 2021, sudah tercatat 19 kasus. Sudah hampir sama dengan jumlah kasus setahun pada tahun lalu," papar Iqbal.

Lebih lanjut, Lalu mengungkapkan bahwa dalam semua kasus yang terdata, tidak ada warga Turki yang terlibat. Majikan yang terlibat justru adalah para warga dari negara-negara konflik yang berada di sekitar Turki dan menetap di negara itu.

Di sisi lain, Koordinator bidang Protokol, Konsuler, dan Perlindungan WNI KBRI Ankara, Harlianto, mengungkapkan bahwa pihak yang membawa masuk ART ke Turki kerap memanfaatkan visa elektronik turis yang bisa dibilang sangat mudah didapatkan. Menurut Harlianto, di antara sejumlah korban kasus perdagangan orang tersebut ditemukan beberapa yang hendak dikirim ke Erbil Irak.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts