Menkes Ungkap RI Kehilangan 10 Juta Dosis Vaksin Corona Gratis Dari GAVI
setkab.go.id
Nasional
Vaksin COVID-19

Menurut Menkes Budi, pemerintah sedianya menargetkan vaksinasi corona mencapai 1 juta dosis per hari. Namun laju vaksinasi corona masih sangat bergantung pada pasokan vaksin dalam negeri.

WowKeren - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyebut Indonesia kehilangan 10 juta dosis vaksin virus corona (COVID-19) gratis dari kerjasama multilateral Aliansi Global untuk Vaksin dan Imunisasi (GAVI). Menurut Budi, Indonesia kemungkinan besar hanya akan mendapat 1,3 juta dosis dari total 11,7 juta dosis vaksin AstraZeneca gratis yang dijanjikan.

Hal ini disebabkan oleh adanya embargo vaksin corona di India. Adapun embargo ini dipicu oleh peningkatan kasus COVID-19 di India.

"Gara-gara ada lonjakan kasus, India embargo vaksinnya, sehingga kita kehilangan 10 juta dosis yang harusnya kita peroleh dari kerja sama dengan GAVI atau WHO yang gratis itu," ungkap Budi dalam acara CIMB Niaga Forum Indonesia Bangkit, Selasa (6/4). "Tadinya, kita berencana dapat 11,7 juta, tapi sekarang kita dapatnya 1,3 atau 1,4 juta kemudian sisanya berhenti."

Berkurangnya suplai vaksin corona ini disebut Budi akan memperlambat program vaksinasi pemerintah Indonesia. Dengan suplai yang menipis, maka jumlah vaksin yang disuntikkan per harinya juga akan berkurang. "Jadi, bulan ini (April) akan sangat sulit masanya karena jumlah vaksin sedikit," jelas Budi.


Namun, Budi menjamin bahwa laju vaksinasi corona harian akan kembali meningkat usai vaksin yang diolah PT Bio Farma (Persero) selesai. "Mei rencana kita produksi Bio Farma bisa meningkat kembali, sehingga lajunya bisa kita tingkatkan," papar mantan Wakil Menteri BUMN tersebut.

Menurut Budi, pemerintah sedianya menargetkan vaksinasi corona mencapai 1 juta dosis per hari. Namun laju vaksinasi corona masih sangat bergantung pada pasokan vaksin dalam negeri.

"Kayak di awal Januari-Februari kita cuma punya 3 juta vaksin, tidak mungkin kita 1 juta atau 500 ribu sehari, enam hari juga sudah habis," jelas Budi. "Nah, Maret, April ini kita ada stok. Rencananya 15 juta per bulan jadi kita bisa suntik 500 ribu per hari kalau kali 30 bisa pas 15 juta."

Sebelumnya, Budi juga sudah menyampaikan hal senada. Ia memastikan bahwa pemerintah kini masih terus melakukan negosiasi dengan negara-negara produsen vaksin corona sehingga diharapkan situasi suplai vaksin bisa kembali normal pada Mei 2021 mendatang.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts