5 Poin Yang Disampaikan Jokowi Soal Penanganan Bencana Alam Di NTT Dan NTB
Instagram/jokowi
Nasional
Fenomena Banjir 2021

Bencana banjir bandang yang menimpa wilayah Nusa Tenggara Timur dan Barat memiliki dampak yang besar, khususnya wilayah Flores Timur, NTT. Menanggapi bencana alam itu, Presiden Joko Widodo menggelar rapat terbatas pada Selasa (6/4).

WowKeren - Pada Selasa (6/4), Presiden RI Joko Widodo beserta pihak yang terlibat menggelar Rapat Terbatas Penanganan Bencana di Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Rapat itu dilangsungkan secara daring di Istana Merdeka Jakarta dan disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Pada rapat itu, Jokowi menyampaikan 5 poin terkait dengan penanganan bencana akibat siklon tropis Seroja di NTT dan NTB. Berikut penjelasannya.

Yang pertama, Jokowi menekankan agar proses evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban yang belum ditemukan dipercepat. "Saya minta Kepala BNPB, Kepala Basarnas, dibantu dengan Panglima TNI dan Kapolri dengan seluruh jajarannya mengerahkan tambahan personel SAR, sehingga dapat menjangkau lebih banyak wilayah terdampak," ujar Jokowi.


Kedua, Jokowi meminta untuk dipastikan adanya pelayanan kesehatan dan pertolongan medis yang memadai dalam menolong korban bencana beserta dengan obat-obatan. "Saya minta Menteri Kesehatan untuk memperbanyak tempat pelayanan kesehatan di lapangan, juga mempersiapkan rumah sakit untuk menangani para korban, serta memastikan ketersediaan tenaga medis dan obat-obatannya," terang Jokowi.

Ketiga, Jokowi meminta untuk memenuhi kebutuhan logistik bagi para korban yang masih berada di tempat pengungsian, termasuk kebutuhan bayi/anak-anak dan air bersih. "Saya minta, BNPB dan Pemerintah Daerah segera mendata titik-titik pengungsian, memastikan logistiknya, tendanya, dapur lapangannya untuk memenuhi kebutuhan dasar bagi para pengungsi, juga kebutuhan untuk bayi dan anak-anak terutama air bersih dan MCK (Mandi, Cuci, Kakus)," lanjutnya.

Keempat, Jokowi meminta untuk pemerintah segera dan mempercepat pembangunan infrastruktur yang rusak. Selain itu, Jokowi juga meminta untuk segera memulihkan jaringan listrik, telekomunikasi dan internet agar bantuan logistik serta BBM bisa cepat tersalurkan ke masyarakat yang menjadi korban bencana.

Kelima atau yang terakhir adalah Jokowi meminta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk mengantisipasi adanya bahaya lanjutan dan menggencarkan peringatan cuaca ekstrem akibat siklon tropis Seroja di seluruh kawasan Indonesia. "Pastikan seluruh kepala daerah dan masyarakat dapat mengakses, memantau prediksi cuaca dan iklim yang dikeluarkan oleh BMKG," tutup Jokowi.

(wk/wahy)

You can share this post!

Related Posts