Naik Peringkat Dunia, Vaksinasi COVID-19 di Indonesia Tembus 12,7 Juta Dosis
Twitter/KemenkesRI
Nasional
Vaksin COVID-19

Saat ini sejumlah negara tengah giat melaksanakan vaksinasi COVID-19, termasuk Indonesia. Vaksinasi COVID-19 dilakukan bertujuan untuk membentuk herd immunity sehingga bisa menekan angka kasus virus Corona.

WowKeren - Di Indonesia sendiri, vaksinasi COVID-19 telah dilakukan sejak 13 Januari lalu. Hingga saat ini di bulan April, pemerintah masih giat melakukan vaksinasi COVID-19.

Indonesia saat ini telah berhasil mencapai peringkat kedelapan negara tercepat pemberian vaksin COVID-19 di dunia. Ini merupakan sebuah hasil kerja keras dan keseriusan yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia dalam menangani kasus COVID-19.

Sebelumnya, Indonesia diketahui mencapai peringkat kesepuluh negara tercepat pemberian vaksin COVID-19 di dunia, dengan jumlah sekitar 10 juta dosis yang telah disuntikkan.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemberian vaksinasi terhadap masyarakat kini telah mencapai 12,7 juta dosis. Angka ini lebih banyak 2,5 juta dari pekan lalu. "Dalam satu minggu kita sudah bisa menambah 2,5 juta dosis vaksinasi per minggu," ujar Budi, Selasa (6/4).

"Per kemarin, kita sudah mencapai 12,7 juta suntikan seluruh Indonesia sejak dimulainya vaksinasi pada 13 Januari tahun ini," tambahnya. "Untuk informasi, Indonesia sekarang dari jumlah suntikan merupakan ranking delapan dunia."


Budi menyebut hal tersebut bagus untuk menjawab sikap skeptis dari majalah-majalah internasional terhadap Indonesia. Meski demikian, ia juga mengatakan jika dalam waktu dekat Indonesia akan mengalami perlambatan vaksinasi COVID-19.

Hal ini terjadi lantaran adanya embargo dari negara-negara produsen vaksin COVID-19. Embargo dilakukan oleh mereka dikarenakan negaranya mengalami lonjakan ketiga. Maka dari itu, mereka mengarahkan agar vaksin COVID-19 tidak dijual ke negara lain.

"Negara yang memproduksi vaksin di lokasi-lokasi tersebut yang terjadi lonjakan ketiga atau third wave. mengarahkan agar vaksinnya tidak boleh keluar, hanya boleh dipakai di negara masing-masing," terang Budi.

Adanya embargo itu tentu mempengaruhi jumlah stok vaksin COVID-19 di Indonesia. Stok vaksin COVID-19 mengalami penurunan sekitar 30 persen. "Adanya embargo itu menyebabkan vaksin yang tersedia di Indonesia pada Maret dan April menurun dari sebelumnya 30 juta dosis menjadi 20 juta dosis," ungkapnya.

Budi menuturkan, saat ini pemerintah sedang melakukan negosiasi dengan negara dan produsen vaksin COVID-19. "Kita sedang negosiasi dengan produsen-produsen vaksin dan negara-negara produsen vaksin, mudah-mudahan di bulan Mei kembali normal," tutup Budi.

(wk/wahy)

You can share this post!

Related Posts