Ucapkan Duka Cita ke NTT-NTB Bawa Nama Demokrat, Moeldoko Diminta Jangan 'Pansos'
Instagram/dr_moeldoko
Nasional
Isu Kudeta Partai Demokrat

Dalam ucapan duka citanya untuk Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang baru ditimpa bencana alam, Moeldoko menyebut diri sebagai Ketua Umum DPP Partai Demokrat.

WowKeren - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko sempat menyampaikan duka citanya untuk wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang baru saja dilanda bencana banjir bandang dan tanah longsor. Dalam ucapannya, Moeldoko mengatasnamakan diri sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.

"Saya, Dr. Moeldoko, Ketua Umum DPP Partai Demokrat beserta keluarga besar Partai Demokrat di seluruh tanah air menyampaikan duka cita mendalam kepada saudara-saudara kami di NTT dan NTB yang ditimpa musibah bencana alam," tutur Moeldoko dalam keterangannya. "Partai Demokrat siap bahu membahu bersama pemerintah dalam membantu korban bencana alam di NTT dan NTB."

Lebih lanjut, Moeldoko berharap pemerintah menyediakan tempat penampungan sementara untuk para korban bencana di NTT dan NTB. "Marilah kita bahu membahu membantu meringankan beban saudara saudara kita yang ditimpa musibah ini," pungkas Moeldoko.

Menanggapi pernyataan Moeldoko, Partai Demokrat pun angkat bicara. Kepala Bamkostra PD Herzaky Mahendra meminta Moeldoko untuk tidak mengaku-ngaku sebagai bagian dari DPP Partai Demokrat.


"Partai Demokrat meminta gerombolan Moeldoko untuk tidak terus membuat gaduh di muka publik. Kami meminta mereka untuk tidak mengaku-aku sebagai DPP, pengurus Partai Demokrat, padahal mereka jelas-jelas bukan pengurus, dan tidak berhak membawa-bawa nama DPP Partai Demokrat," tegas Herzaky kepada awak media, Selasa (6/4). "Kalau mereka masih terus mengenakan atribut atau membawa-bawa nama Partai Demokrat, urusannya nanti dengan tim hukum kami."

Menurut Herzaky, Moeldoko mengenakan atribut Demokrat hanya untuk "pansos" alias panjat sosial. Oleh sebab itu, ia meminta Moeldoko untuk tak lagi mengenakan atribut Partai Demokrat.

"Jangan 'pansos', teriak sana-sini, pakai atribut Demokrat yang mereka tidak punya hak untuk memakainya," ujar Herzaky. "Kami tahu, tanpa pakai atribut Demokrat, tanpa bawa-bawa nama Partai Demokrat, media massa, publik, tidak ada yang peduli dengan mereka. Kasihan."

Herzaky juga menilai bahwa kubu Moeldoko tidak memiliki hak di Partai Demokrat. "Daripada buang waktu, tenaga, buat gaduh di publik, lebih baik waktu dan tenaga gerombolan Moeldoko digunakan untuk membantu pemerintah dan rakyat yang sedang kesusahan karena pandemi dan bencana," pungkasnya.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts