Awas! Siklon Seroja Diprediksi Makin Ganas 24 Jam ke Depan, Lampung Jawa Bali Ikut Kena Dampak
Nasional
Fenomena Banjir 2021

BMKG memprakirakan cuaca ekstrem akibat gerakan siklon tropis Seroja yang semakin menjauhi Indonesia namun intensitasnya makin besar. Bahkan daerah berisiko melebar hingga ke barat Indonesia.

WowKeren - Siklon tropis Seroja menjadi penyebab porak-porandanya Nusa Tenggara Timur. Namun Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sudah menegaskan bahwa siklon tropis itu perlahan mulai menjauhi Indonesia.

Meski demikian, BMKG juga memprediksi bahwa siklon tropis Seroja akan mengalami peningkatan intensitas dalam 24 jam ke depan. Tak main-main, siklon tropis ini akan berdampak ke berbagai daerah Indonesia mulai dari Lampung, Pulau Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara Barat dan Timur.

Melansir rilis pers di laman resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana, analisis BMKG per Rabu (7/4) pukul 01.00 WIB menunjukkan siklon tropis terkait terpantau menjauhi wilayah Indonesia menuju arah barat daya dengan kecepatan 10 kilometer per jam. Sedangkan kekuatan dari siklon tropis tersebut mencapai 35 knots atau 65 km/jam dengan tekanan 995 hPa.

BMKG pun memprediksi bahwa siklon tropis Seroja akan cenderung bergerak ke Samudera Hindia sebelah selatan Bali. Namun kekuatannya akan menguat sampai 75 km/jam dengan tekanan 994 hPa.


Dengan kondisi tersebut, siklon tropis Seroja berpotensi menyebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, bahkan disertai kilat/petir serta angin kencang. Untuk daerah yang terkena dampak mulai dari Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan NTB. Sedangkan di NTT akan turun hujan dengan intensitas sedang.

Siklon tropis Seroja ini sendiri diperkirakan akan memicu terjadinya gelombang setinggi 2,5-4 meter di perairan barat Lampung seperti Samudera Hindia, Selat Sunda. Perairan bagian selatan Jawa, Bali sampai NTB juga bisa terkena dampak gelombang tinggi ini.

Begitu pula perairan selatan Pulau Sumba dan Pulau Rote. Gelombang lebih tinggi lagi, yakni antara 4-6 meter berpeluang terjadi di perairan selatan NTB sampai selatan Pulau Sumba.

Karena itulah, BNPB mendorong prakiraan cuaca ekstrem dari BMKG ini digunakan untuk menjadi dasar pengambilan keputusan para pemangku kebijakan di daerah berisiko bencana. Namun bukan cuma pemangku kebijakan, BNPB juga meninggalkan pesan penting bagi masyarakat.

"Selain itu, masyarakat juga diminta waspada dan dapat mengantisipasi segala sesuatu dalam kaitan potensi bencana yang dapat dipicu oleh faktor cuaca tersebut," ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Dr Raditya Jati, Rabu (7/4). "Dalam hal ini, masyarakat diharapkan selalu memantau perkembangan data dan informasi prakiraan cuaca dari BMKG dan mengikuti segala arahan dari pihak berwajib."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts