Vaksin COVID-19 Bakal Dilakukan Saat Puasa Ramadan, Perlu Persiapan Khusus?
p2p.kemkes.go.id
Nasional
Vaksin COVID-19

Bulan Ramadan tak menghalangi proses vaksinasi COVID-19 yang diklaim tidak membatalkan ibadah puasa. Lantas perlukah persiapan khusus jelang menerima vaksin tersebut?

WowKeren - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan pemberian vaksin COVID-19 tidak membatalkan puasa Ramadan yang akan dimulai dalam waktu dekat. Ketua Bidang Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh hanya meminta pemerintah untuk lebih memerhatikan kondisi umat Muslim yang sedang menjalani puasa ketika menerima vaksin COVID-19.

Lantas perlukah persiapan khusus tertentu untuk menerima vaksinasi COVID-19 saat menjalankan puasa Ramadan? Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi menegaskan bahwa tidak ada yang membedakan proses vaksinasi COVID-19 dalam kondisi berpuasa maupun tidak.

Malah menurut Nadia, berpuasa memberikan manfaat tersendiri bagi penerima karena sekaligus menjadi sarana detoks bagi tubuh. Sedangkan untuk calon penerima vaksin saat berpuasa, Nadia hanya menegaskan beberapa nasihat penting.

Yakni pastikan tubuh mendapat istirahat yang cukup sebelum penyuntikan vaksin. Hal lain yang ditegaskan Nadia adalah jangan sampai calon penerima vaksin melewatkan waktu sahur sebelum penyuntikan vaksin. Yang tentu saja semua demi menjaga tubuh prima sang penerima vaksin COVID-19.


Sementara pelaksanaan vaksinasi COVID-19 saat bulan Ramadan sendiri masih dipenuhi sejumlah spekulasi. Seperti isu bahwa ada penambahan sesi vaksinasi pada malam hari.

Namun demikian Nadia menegaskan, berdasarkan fatwa yang dikeluarkan MUI, maka vaksinasi tetap dapat dilakukan pada siang hari. Yang terpenting hanyalah vaksinasi tersebut jangan sampai mengganggu umat Muslim yang tengah menjalani ibadah puasa bulan Ramadan.

Dalam pernyataannya, Nadia mengaku wacana penambahan sesi vaksinasi di malam hari harus dikaji secermat mungkin. "Karena kan pengaturannya nanti seperti apa. Kemudian juga kita tidak mau nanti justru kalau siang hari kita sudah melakukan vaksinasi, malam hari kita juga membuka vaksinasi, siapa yang akan datang? Karena sebagian melakukan ibadah malam hari," papar Nadia dalam sebuah diskusi virtual pada Rabu, 17 Maret 2021.

Di sisi lain, proses vaksinasi COVID-19 Indonesia tengah sedikit terhambat. Sebab baru-baru ini Menkes Budi Gunadi Sadikin mengakui bahwa Indonesia kehilangan hingga 10 juta dosis vaksin COVID-19 gratis dari GAVI, ditambah dengan masalah embargo yang mengganggu pasokan vaksin.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts