Wapres Ma'ruf Amin Sebut Vaksinasi COVID-19 Keempat Di MUI Istimewa, Kenapa?
Instagram/kyai_marufamin
Nasional
Vaksin COVID-19

Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin meninjau pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di kantor pusat Majelis Ulama Indonesia (MUI), Rabu (7/4). Vaksinasi COVID-19 tersebut merupakan yang keempat kalinya.

WowKeren - Majelis Ulama Indonesia melaksanakan vaksinasi COVID-19 pada Rabu (7/4). Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 dilakukan di kantor pusat MUI. Vaksinasi COVID-19 itu merupakan yang keempat kalinya untuk MUI.

Ma'ruf Amin selaku Wakil Presiden RI meninjau pelaksanaan vaksinasi COVID-19 tersebut. Ma'ruf Amin mengatakan bahwa vaksinasi COVID-19 keempat di MUI itu istimewa karena menggunakan vaksin AstraZeneca. "Istimewanya vaksinasi yang ke empat ini menggunakan vaksin AstraZeneca," ujar Ma'ruf Amin.

Ma'ruf Amin menyebut bahwa penggunaan vaksin AstraZeneca di MUI menjadi istimewa karena sebelumnya, sempat menjadi persoalan yang hangat dibicarakan masyarakat terkait dengan isu adanya kandungan babi di dalamnya. "Kenapa itu menjadi istimewa? Karena memang masalah ini kan menjadi persoalan yang cukup hangat," imbuhnya.

Meski demikian, Ma'ruf mengatakan sesuai dengan ketentuan dan keputusan dari MUI, AstraZeneca tetap boleh digunakan sebagai vaksin COVID-19. Maka dari itu, Ma'ruf Amin meminta masyarakat untuk tak lagi mempermasalahkan hal tersebut.


"Tapi MUI sesuai dengan pandangan dan keputusannya bahwa AstraZeneca walaupun ada persoalan bahannya ada sesuatu yang haram, tapi dinyatakan boleh digunakan," terang Ma'ruf Amin. "Karena itu, maka yang kita persoalkan sekarang jangan lagi bicara halal haram, tapi boleh apa tidak boleh."

Selain itu, Ma'ruf Amin juga mengatakan bahwa penggunaan vaksin AstraZeneca di MUI ini menjadi upaya pemerintah untuk kembali meyakinkan masyarakat agar tidak perlu merasa ragu. Dengan adanya penggunaan vaksin AztraZeneca di MUI, diharapkan dapat menghilangkan keraguan yang ada di masyarakat.

"Jadi masyarakat tidak perlu ragu menggunakannya, dari segi kebolehannya menurut pandangan keagamaan oleh MUI," tambahnya.

Ma'ruf Amin menambahkan bahwa vaksin AstraZeneca juga akan digunakan untuk vaksinasi COVID-19 pengurus MUI daerah. Ia menyebut bahwa vaksinasi saat ini sudah menjadi kewajiban bagi seluruh masyarakat Indonesia. Hal ini dikarenakan agar segera tercapainya herd immunity.

"Karena bagi MUI, vaksinasi itu sudah menjadi kewajiban atau fardhu kifayah, karena apa? herd immunity atau kekebalan itu baru bisa dicapai kalau 70 persen sudah divaksin," tandas Ma'ruf Amin. "Artinya 181,5 juta, karena itu hukumnya wajib sebelum tercapainya, tervaksinnya 181,5 juta penduduk Indonesia."

(wk/wahy)

You can share this post!

Related Posts