Polisi Selidiki Unsur Kelalaian dalam Kebakaran Kilang Balongan, Puluhan Orang Diperiksa
Instagram/act_jateng
Nasional
Kebakaran Kilang Pertamina Balongan

Saat ini polisi tengah menyelidiki ada tidaknya unsur kelalaian dalam kebakaran kilang minyak Pertamina Balongan. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

WowKeren - Penyebab kebakaran kilang minyak Pertamina Balongan hingga saat ini masih diselidiki. Polisi terbuka dalam sejumlah kemungkinan, termasuk adanya unsur kelalaian.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komjen Pol. Agus Andrianto saat mengecek olah TKP pada Rabu (7/4) hari ini. "Saya bertemu dengan pak Direktur RU VI Balongan untuk melaksanakan kegiatan olah TKP laboratorium forensik untuk mengetahui penyebab terjadinya kebakaran," kata Agus kepada awak media.

Agus menyatakan bahwa saat ini pihaknya tengah menyelidiki ada tidaknya unsur kelalaian dalam insiden tersebut. "Intinya kita akan melakukan penanganan terhadap apakah ada kesengajaan atau ada kelalaian yang menjadi penyebab kebakaran," imbuhnya.

Kendati demikian, Agus belum bisa menyimpulkan. Ia hanya menjelaskan jika pihaknya menggunakan laporan model A agar proses penyelidikan bisa segera dilakukan.

"Kita masih klarifikasi ya, tadi saya sudah perintahkan kepada penyidik untuk membuat laporan polisi model A. Karena sampai saat ini Pertamina belum membuat laporan. Pasal sangkaan sementara ini karena lalainya mengakibatkan kejadian kebakaran, ini untuk memudahkan proses klarifikasi," ungkap Agus.


Agus berpendapat bahwa kebakaran kilang minyak Balongan membutuhkan penanganan serius. Pasalnya, kilang tersebut merupakan salah satu objek vital strategis. "Tentunya kejadian kebakaran kemarin menjadi perhatian pemerintah dan dunia, tentunya ini harus mendapatkan penanganan yang serius," jelasnya.

Dia menambahkan, "Mohon doa restu mudah-mudahan olah TKP dari jajaran labfor dan kerja sama dari seluruh pihak, penanganan masalah kebakaran ini bisa segera kita buktikan. Apakah ini ada unsur kelalaian atau kesengajaan akibat mungkin proses perawatan yang tidak tepat."

Adapun jumlah orang yang telah diperiksa oleh penyidik sejauh ini sudah mencapai angka puluhan. "Sudah ada 52 orang yang diklarifikasi. Tadi Pak Direktur SDM dan Operasi sudah meminta kepada seluruh jajaran unit VI Balongan ini untuk bekerja sama dengan penyidik dengan memberikan data-data yang diperlukan," beber Agus.

Terakhir, Agus menyatakan kesiapan polisi untuk menerjunkan jajaran Tipikor untuk mengetahui jumlah kerugian negara. "Kemudian untuk menghitung kerugian negara, kalau memang ada miss dalam manajemen pengelolaan, nanti dari jajaran Tipikor akan melakukan pendalaman," pungkasnya.

Sementara itu, Pertamina akan memulai tahapan pemulangan warga terdampak kebakaran tersebut. Salah satunya adalah dengan melakukan tes COVID-19 kepada para pengungsi.

(wk/eval)

You can share this post!

Related Posts