Menkes Uni-Eropa Akan Bertemu Sejumlah Ahli Untuk Bahas Keamanan Vaksin AstraZeneca Kembali
commons.wikimedia.org/Vacunació professionals
Dunia
Vaksin COVID-19

Badan Pengawas Obat Eropa (EMA) beserta dengan Menteri Kesehatan Uni Eropa dan para ahli kembali menguji keamanan vaksin AstraZeneca. Hal ini dilakukan agar tidak ada kesalahpahaman informasi terkait efek sampingnya.

WowKeren - Pada Rabu (7/4), Badan Pengawas Obat Eropa (EMA) mengumumkan hasil dari penelitiannya terkait dengan efek samping vaksin AstraZeneca yang dapat menimbulkan pembekuan darah. EMA menemukan ada kemungkinan hubungan antara vaksin AstraZeneca dengan kasus pembekuan darah.

Di hari yang sama, Menteri Kesehatan Uni Eropa juga akan mengadakan pertemuan dengan sejumlah ahli untuk membahas lebih lanjut hasil dari penelitian EMA. Marta Temido selaku Menteri Kesehatan Portugal mengatakan pertemuan itu digelar setelah EMA mengumumkan hasil penelitiannya.

"Menteri Kesehatan akan mengadakan pertemuan tentang peluncuran vaksin," ujar Marta. "Setelah regulator obat Uni Eropa mengumumkan keputusannya tentang keamanan vaksin COVID-19, AstraZeneca."

Marta mengungkapkan, pertemuan itu nantinya akan menyelaraskan posisi berbagai negara anggota Uni Eropa. Selain itu juga untuk menghentikan penyebaran disinformasi agar mencapai pemahaman bersama mengenai vaksinasi di Uni Eropa.


"Pertemuan itu bertujuan untuk menyelaraskan posisi berbagai negara anggota UE," ungkap Menteri Kesehatan asal Portugal itu. "Tidak hanya untuk menghentikan penyebaran disinformasi, tetapi juga untuk mencapai pemahaman bersama mengenai upaya vaksinasi di Uni Eropa."

Sebelumnya, para ahli dari otoritas obat Eropa telah meninjau beberapa kasus pembekuan darah pada orang dewasa yang baru saja menerima vaksin AstraZeneca. Hal itu dilakukan untuk mengetahui hubungan antara vaksin AstraZeneca dengan kasus pembekuan darah.

Meski demikian, baik EMA maupun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa manfaat vaksin AstraZeneca lebih besar ketimbang risikonya. Menurut Direktur Eksekutif EMA Emer Cooke risiko kematian karena COVID-19 jauh lebih besar daripada efek sampingnya.

"Risiko kematian akibat COVID-19 jauh lebih besar daripada risiko kematian akibat efek samping langka ini," terang Emer dikutip dari Reuters.

(wk/wahy)

You can share this post!

Related Posts