Inggris Direkomendasikan Tak Beri Vaksin AstraZeneca ke Orang di Bawah 30 Tahun
Unsplash/Mat Napo
Dunia
Vaksin COVID-19

Rekomendasi ini dikeluarkan di tengah sejumlah laporan kasus pembekuan darah (blood clots) pasca menerima dosis pertama vaksin virus corona (COVID-19) AstraZeneca.

WowKeren - Komite Bersama untuk Vaksinasi dan Imunisasi Inggris (JCVI) menyatakan bahwa vaksin virus corona (COVID-19) AstraZeneca sebaiknya tidak diberikan kepada orang di bawah 30 tahun pada Rabu (7/4) waktu setempat. Pemerintah Inggris direkomendasikan memberi altiernatif vaksin COVID-19 lain bagi kalangan dewasa muda.

"Berdasarkan data dan bukti yang tersedia, JCVI menyarankan agar orang dewasa berusia di bawah 30 tahun tanpa kondisi mendasar untuk diberi alternatif vaksin AstraZeneca jika tersedia," terang Ketua COVID-19 untuk JCVI, Wei Shen Lim, dikutip dari Reuters.

Rekomendasi ini dikeluarkan di tengah sejumlah laporan kasus pembekuan darah (blood clots) pasca menerima dosis pertama vaksin AstraZeneca. Dalam pernyataan JCVI, disebutkan bahwa data yang tersedia menunjukkan kemungkinan kasus efek samping langka itu lebih mempengaruhi kelompok usia dewasa muda.


"JCVI telah menimbang secara relatif manfaat dan risiko, serta menyarankan bahwa manfaat vaksinasi dengan vaksin AstraZeneca jauh lebih besar daripada risiko kejadian buruh untuk individu berusia 30 tahun ke atas," demikian kutipan pernyataan JCVI. "Serta mereka yang memiliki kondisi kesehatan mendasar yang membuat mereka berisiko lebih tinggi mengalami penyakit COVID-19 parah."

Namun kalangan dewasa muda di bawah usia 30 tahun disarankan untuk menggunakan alternatif vaksin COVID-19 lain jika tersedia. Alternatif vaksin COVID-19 lain yang saat ini telah diizinkan penggunaannya di Inggris adalah vaksin milik Pfizer-BioNTech dan Moderna.

"Sampai saat ini tidak ada laporan pembekuan darah yang sangat langka pasca menerima dosis kedua vaksin AstraZeneca," lanjut JCVI. "Semua orang yang telah menerima dosis pertama vaksin AstraZeneca harus terus ditawari dosis kedua vaksin AstraZeneca, berapa pun usianya. Dosis kedua akan penting untuk perlindungan yang lebih tahan lama terhadap COVID-19."

Selain itu, JCVI juga merekomendasikan agar semua orang yang akan disuntik vaksin COVID-19 diberi informasi lengkap mengenai manfaat dan risikonya terlebih dahulu. Termasuk tentang kasus pembekuan darah yang sangat langka, bagaimana memantau gejala yang mungkin terkait dengan efek samping buruk, dan tindakan apa yang harus diambil oleh individu dan profesional kesehatan jika gejala tersebut muncul.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts