Mantap Jiwa! Pemerintah Bakal Subsidi Ongkir Harbolnas, Total Sampai Rp500 Miliar
Pixabay
Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkap pemerintah siap salurkan subsidi ongkos kirim saat Hari Belanja Online Nasional sampai senilai total Rp500 miliar. Begini penjelasannya.

WowKeren - Praktik berbelanja online tentu sudah sangat awam ditemui apalagi di era pandemi COVID-19 seperti sekarang. Namun acapkali pembeli dibuat sedikit emosi dengan besarnya ongkos kirim, apalagi jika sampai mengirim ke luar pulau.

Namun jangan khawatir! Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pemerintah siap membantu mendorong tingkat konsumsi dan daya beli masyarakat, termasuk dengan menyediakan subsidi ongkir saat Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas).

"Untuk Hari Belanja Nasional melalui online itu ditujukan untuk produk nasional dan pemerintah akan mensubsidi ongkos kirim," papar Airlangga dalam konferensi pers virtual pada Rabu (7/4). "Sehingga pemerintah menyiapkan Rp500 miliar."

Dijelaskan lebih lanjut oleh Airlangga, subsidi ini kemungkinan akan diberikan beberapa hari menjelang Hari Raya Idul Fitri 2021 yang kembali diwarnai larangan mudik. "Pemerintah mendorong hari belanja nasional H-10 dan H-15 melalui online," tutur Airlangga, dikutip dari CNBC Indonesia.


Hanya saja tak disebutkan berapa banyak porsi masyarakat bisa menikmati subsidi ongkir tersebut. Pada kesempatan itu, Airlangga juga menegaskan agar perusahaan menyalurkan tunjangan hari raya (THR) kepada karyawan swasta harus disalurkan untuk mendorong konsumsi menjelang lebaran.

"Ini tadi disampaikan bahwa sudah waktunya swasta memberikan THR karena berbagai kegiatan sudah diberikan," tutur Airlangga. Jika imbauan ini dilaksanakan, pemerintah memprediksi ada perputaran uang sampai Rp215 triliun.

Tak berhenti sampai di situ, pemerintah juga akan menggenjot penyaluran bantuan sosial demi memaksimalkan kebangkitan perekonomian dalam negeri. "Penyaluran Bansos kepada 20 juta KPM yaitu beras 10 kilogram, percepatan output daripada PKH, dan BLT, dan penyaluran pencairan sembako dari Juni ke awal Mei," jelas Ketua Umum Partai Golkar itu.

Pada kesempatan itu, Airlangga juga menyampaikan larangan mudik di menjelang Hari Raya Idul Fitri agar bisa dipatuhi oleh masyarakat. Saat ini juga Kementerian Keagamaan sedang menyusun Surat Edaran (SE) yang akan mengatur tentang kegiatan keagamaan selama Ramadan 2021.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts