Curhatan Sopir Bus Usai Pemprov DKI Berencana Tutup Terminal di Masa Larangan Mudik
Instagram/dishubdkijakarta
Nasional
Mudik di Tengah Corona

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengungkapkan bahwa pihaknya berencana hanya akan membuka Terminal Pulogebang di masa larangan mudik mendatang.

WowKeren - Pemerintah Indonesia memutuskan untuk melarang mudik Lebaran 2021. Mendukung kebijakan tersebut, Pemprov DKI Jakarta akan menutup tiga terminal yang menyediakan jasa angkutan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP).

"Untuk larangan mudik memang pembahasan terakhir di Jakarta dari empat terminal yang saat ini difungsikan sebagai terminal AKAP itu rencananya itu yang akan dioperasionalknan hanya terminal Pulogebang," tutur Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo, Kamis (8/4). "Selebihnya itu tidak ada pelayanan AKAP."

Rencana Pemprov DKI ini rupanya membuat sejumlah sopir bus AKAP merasa kecewa. Meski demikian, para sopir tersebut hanya bisa pasrah dan berharap kebijakan tersebut dikaji ulang.

"Kalau memang dibolehkan ya kita jalan," tutur sopir bus AKAP PO Sinar Jaya jurusan Kampung Rambutan-Yogyakarta, Daryanto, kepada media CNN Indonesia, Kamis. "Kalau enggak ya apa boleh buat."

Menurut Daryanto, dirinya terpaksa menganggur jika Terminal Kampung Rambutan ditutup pada 6-17 Mei mendatang. Daryanto juga mengaku sempat menganggur selama lima bulan pada saat Terminal Kampung Rambutan ditutup di awal masa pandemi corona tahun lalu.


"Saya libur lima bulan, lima bulan enggak kira-kira, ya. Anak, istri di rumah nuntut," jelas Daryanto. "COVID ngaruh ke kinerja sopir-sopir, kita kebanyakan nganggur."

Menurut Daryanto, dirinya biasa mendapat bonus dan insentif lebih di masa Lebaran. Apabila di masa biasa Daryanto mendapat Rp 1.000 dari setiap penumpang bus, maka di masa Lebaran bisa naik menjadi Rp 1.500.

Kebutuhan Idul Fitri tahun ini diperkirakan Daryanto akan dipenuhinya dengan berhutang. Oleh sebab itu, ia berharap pemerintah memberi subsidi di masa penutupan terminal. "Mungkin bakal pinjem-pinjem atau jual apa. Kalau ada pemerintah ngasih, ya saya terima," ujarnya.

Di sisi lain, salah satu pekerja agen bus AKAP di terminal Kampung Rambutan, Eki Adriansyah, menyebutkan bahwa penutupan terminal bus AKAP di masa larangan mudik masih belum pasti. Namun ia tetap mengaku was-was mendengar rencana tersebut.

Berdasarkan pengalaman tahun lalu, Eki tidak mendapatkan pemasukan sama sekali kala Terminal Kampung Rambutan ditutup selama Ramadhan hingga Lebaran. Oleh sebab itu, ia berharap pemerintah tak jadi menutup terminal tempatnya bekerja pada masa larangan mudik nantinya.

"Namanya orang kalau lebaran pasti senang, wah penumpang ramai dapat duit. Kalo ditutup gimana mau dapat pemasukan?" kata Eki. "Maunya si jangan ditutup, masak tahun kemarin ditutup sekarang mau ditutup lagi."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts