Eks Teroris Ungkap Istana Sempat Mau Diserang Dengan Roket di Era SBY
Wikipedia/Gunawan Kartapranata
Nasional

Hal tersebut disampaikan oleh mantan polisi sekaligus eks narapidana kasus terorisme, Sofyan Tsauri, kala menjadi pembicara di kanal YouTube Deddy Corbuzier.

WowKeren - Mantan polisi sekaligus eks narapidana kasus terorisme, Sofyan Tsauri, mengungkapkan adanya rencana pengeboman Istana Negara beberapa tahun lalu. Hal ini disampaikan Sofyan kala menjadi pembicara di kanal YouTube Deddy Corbuzier.

Awalnya, mereka membahas tentang kelompok teroris yang mengirimkan bom melalui paket. Sofyan mengungkapkan bahwa metode tersebut sudah pernah digunakan dan cukup efektif.

"Grup yang dekat dari sini, yaitu di Bogor di Parung, itu mereka kirimkan ke Utan Kayu. Jadi paket dari Bogor ia kirimkan buku, maka dikenal dengan bom buku," ungkap Sofyan. "Dikirimkan lah ke tiga tempat, pertama ke Ulil Abshar di Utan Kayu yang kemudian sampai polisi tangannya buntung."

Lalu yang kedua, paket bom juga dikirimkan ke kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) di Cawang, Jakarta Timur. Dan yang terakhir dikirim ke kediaman musisi Ahmad Dhani.


"Sukses karena mereka berhasil membuat tangan Kapolsek pada saat itu buntung," jelas Sofyan. "Bahkan ada satu yang meninggal, dan bahkan itu dahsyat."

Lebih lanjut, Sofyan mengungkapkan bahwa kelompok tersebut juga berencana membuat roket untuk diluncurkan ke Istana Negara. "Lalu mereka juga mau buat roket, yang roket itu mau diledakkan ke Istana, kalau tidak salah seperti itu," kata Sofyan.

Menurutnya, kelompok Parung tersebut sudah menyiapkan roket tersebut dan berencana mengirimkannya melalui paket. Peristiwa itu disebutnya terjadi sekitar tahun 2011 hingga 2012, atau era kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Dia paketkan juga, dia bikin roket juga. Dan mereka uji coba sendiri. Itu 2011-2012 kejadian itu, menggunakan paket," papar Sofyan.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Indonesia (BNPT), Irfan Idris, menyatakan bahwa kelompok teroris tak hanya menyerang masyarakat, namun juga pemerintah dan siapa saja yang dianggap melampaui batas alias thogut. "Sebenarnya mereka yang thogut karena mereka melampaui batas, Tuhan sendiri mengatakan beragama jangan melampaui batas," pungkas Irfan.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts