Ganjar Pranowo Izinkan Warga Jateng Lakukan Tradisi Padusan Asal Patuhi Syarat Ini
Instagram/ganjar_pranowo
Nasional

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memperbolehkan warganya melakukan tradisi padusan menjelang bulan Ramadan dengan beberapa ketentuan. Penasaran apa saja itu?

WowKeren - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengizinkan warganya melaksanakan tradisi padusan menjelang bulan Ramadan. Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, termasuk menggunakan air mengalir dan tidak sampai menimbulkan kerumunan.

Sebagai catatan, padusan merupakan tradisi masyarakat Jawa untuk menyucikan diri, membersihkan jiwa dan raga dalam menyambut datangnya bulan suci. Tradisi ini telah dijalankan secara turun temurun dengan cara berendam atau mandi di sumur-sumur dan sumber mata air.

"Sama, padusan boleh usahakan airnya mengalir, ditata, tidak berkerumun, begitu ya. Nah itu aja, yang sulit sebenarnya adalah menghindari atau mengatur kerumunan itu aja," kata Ganjar kepada awak media, Kamis (8/4).

Ganjar juga memperbolehkan warga melakukan padusan di tempat wisata, asal dengan tetap mematuhi aturan yang ada. Menurutnya, pengaturan tersebut adalah bentuk adaptasi dengan kondisi pandemi saat ini.

"Itu aja sebenarnya, ya wisata boleh, tapi diatur gitu. Nah mengatur itulah sebenarnya adaptasi kebiasaan baru, kan beribadahnya juga boleh, padusan boleh," jelas Ganjar.


Ganjar kemudian berbicara tentang larangan mudik yang telah digencarkan pemerintah pusat. Sehubungan dengan kebijakan tersebut, Ganjar mengaku sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah di perbatasan untuk ikut mengontrol kendaraan yang keluar masuk Jateng.

"Mudik jelas dilarang, titik, tidak ada komanya. Nanti sudah ada kepolisian, perhubungan, Pak Menteri Perhubungan akan membuat aturan, Kapolri akan membuat aturan," tegas Ganjar.

Dia melanjutkan, "Kita sudah komunikasi dengan kabupaten sekitar, titik-titik akan kita siapkan untuk melakukan kontrol. Terus kemudian kita akan melakukan tes-tes massal begitu ya dan sedang kita susun."

Karena itulah Ganjar mengharapkan kesadaran warganya untuk tidak mudik Lebaran tahun ini. Dengan begitu, pandemi akan terkendali dan aktivitas sehari-hari bisa berangsur normal.

"Begitu bareng-bareng, massal, apalagi jutaan sudah deh besok kita meledak lagi. Yang mimpi-mimpi pengin sekolah, mimpi ekonomi jalan, pariwisata jalan, itu akan tertunda mundur lagi. Ini saya butuh bantuan pertolongan masyarakat lah agar melakukan antisipasi," pungkasnya.

(wk/eval)

You can share this post!

Related Posts