Siklon Seroja Porak-Porandakan NTT, Gubernur Viktor Tetapkan Status Darurat Bencana Sampai Mei
Nasional
Fenomena Banjir 2021

Siklon tropis Seroja yang menerjang daerah NTT menimbulkan sejumlah fenomena alam mematikan seperti banjir bandang, tanah longsor, hingga gelombang pasang tinggi selama sepekan belakangan.

WowKeren - Nusa Tenggara Timur tengah dilanda bencana besar usai siklon tropis Seroja menyebabkan hujan deras berkepanjangan, angin kencang, dan banjir bendang. Hingga kini jumlah korban meninggal yang ditemukan terus bertambah, begitu pula penyintas yang terluka dan terpaksa bertahan di pengungsian.

Peristiwa itu menjadi alasan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat kemudian menetapkan status tanggap darurat atas berbagai bencana alam yang terjadi dalam sepekan terakhir. Penetapan diteken Viktor lewat Surat Keputusan Nomor 118/KEP/HK/2021 tertanggal 6 April 2021 dan berlaku sampai 5 Mei bulan depan.

Perihal penetapan status ini seperti disampaikan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Raditya Jati. Sedangkan sebelumnya Pemerintah Kabupaten Lembata sudah terlebih dahulu menetapkan status tanggap darurat bencana menyusul musibah yang melanda.


"Penetapan keputusan ini diambil berdasarkan dampak dari siklon tropis Seroja di Kota Kupang dan 21 Kabupaten dalam wilayah NTT sejak 2 April sampai dengan 5 April 2021. Dengan adanya penetapan keputusan tanggap darurat ini diharapkan mampu mempercepat penanganan bencana di wilayah NTT," kata Raditya diakses di laman resmi BNPB.

Masih melansir rilis pers resmi BNPB, hingga Rabu (7/4) malam, total korban jiwa di beberapa kabupaten/kota terdampak siklon tropis Seroja NTT mencapai 138. Yang terbanyak adalah di Flores Timur sebanyak 37 korban jiwa, diikuti Lembata 32, dan Alor 25.

Sedangkan jumlah korban hilang mencapai 61 jiwa, dengan terbanyak di Lembata sebanyak 35 orang. Lalu kerugian material di sektor perumahan sampai 1.114 unit, yakni rusak berat 688 unit, rusak sedang 272 unit, dan rusak ringan 154 unit. Kendati demikian, seperti sudah ditegaskan Raditya, data ini bersifat dinamis dan akan selalu diperbaharui jika sudah diverifikasi.

Upaya penanganan darurat yang dilakukan otoritas adalah dengan pencarian dan evakuasi korban. Otoritas terkait juga meliputi pelayanan warga di pengungsian, pendistribusian bantuan, pendataan, maupun pembukaan akses yang terisolasi.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts