Menag Sebut Jemaah Umrah Wajib Suntik Vaksin Corona Tersertifikasi WHO, Sinovac Termasuk?
Instagram/gusyaqut
Nasional
Vaksin COVID-19

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas lantas mengungkapkan bahwa para jemaah umrah diwajibkan telah menerima vaksin corona yang sudah disertifikasi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

WowKeren - Arab Saudi dilaporkan akan kembali membuka izin umrah mulai awal Ramadhan 1442 Hijriah. Salah satu syaratnya adalah calon jemaah harus sudah menerima vaksinasi virus corona (COVID-19).

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas lantas mengungkapkan bahwa vaksin para jemaah umrah tersebut harus yang direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Lantas, apakah vaksin Sinovac yang digunakan di Indonesia telah menerima sertifikasi WHO?

"Kalau umrah itu syaratnya adalah sudah divaksin. Kan sudah mulai dibuka mulai Ramadhan besok boleh umrah tetapi yang sudah divaksin," tutur pria yang akrab disapa Gus Yaqut tersebut di Jakarta pada Kamis (8/4). "Vaksinnya itu harus sertifikat WHO, jadi sudah disertifikasi WHO, sementara Sinovac belum."

Meski Sinovac belum disertifikasi oleh WHO, Gus Yaqut menyebut ada kemungkinan vaksin COVID-19 asal Tiongkok tersebut ke depannya akan mendapat rekomendasi. "Kalau belum itu bukan berarti tidak, pasti ada proses yang sedang dilakukan agar Sinovac ini bisa teregister oleh WHO," ungkap Gus Yaqut.


Lebih lanjut, Gus Yaqut mengamini adanya persoalan geopolitik dunia dari kebijakan tersebut. Meski demikian, Gus Yaqut enggan berbicara lebih lanjut lantaran merasa hal tersebut bukan ranahnya.

"Memang betul ada geopolitik ada perang dagang di situ. Tapi itu bukan domain saya untuk menjelaskan," kata Gus Yaqut. "Umrah Ramadhan sudah bisa tapi harus vaksin dan vaksinnya harus sertifikat WHO."

Menurut Gus Yaqut, pihaknya saat ini masih terus berupaya untuk mendapat akses komunikasi langsung dengan pihak Arab Saudi. Pasalnya, Indonesia belum mendapat akses ke Menteri yang baru usai Menag Saudi Muhammad Saleh Benten diganti.

"Tapi kita sedang berusaha terus agar dapat akses komunikasi langsung," pungkas Gus Yaqut. "Selama ini komunikasi hanya korespondensi saja, surat menyurat. Kalau surat-suratan ini kayak zaman kita SMA dulu. Jadi agak lama jawabnya. Saya berharap bisa ketemu langsung."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts