Komnas KIPI Ungkap Gejala yang Perlu Diwaspadai Pasca Terima Vaksin AstraZeneca
Unsplash/Hakan Nural
Health
Vaksin COVID-19

Ketua Komnas KIPI, Hindra Hingky Irawan, mengungkapkan bahwa kasus pembekuan darah pasca suntikan vaksin COVID-19 AstraZeneca sejauh ini belum ditemukan di Indonesia.

WowKeren - Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) menyatakan kasus pembekuan darah pasca suntikan vaksin COVID-19 AstraZeneca sejauh ini belum ditemukan di Indonesia. Diketahui, sejumlah negara sempat menangguhkan penggunaan vaksin AstraZeneca terkait temuan kasus pembekuan darah yang disebut banyak terjadi di kelompok usia dewasa muda itu.

"Sangat jarang (kasus pembekuan darah) di Inggris, di Eropa. Kalau di Indonesia belum ada laporannya," ungkap Ketua Komnas KIPI, Hindra Hingky Irawan, kepada media detikcom pada Jumat (9/4). "Karena mungkin kalau di sana kan vaksinasinya diberikan kepada 20 juta lebih kan, karena kita kan belum jutaan, belum ada laporan di kita, dan di sana juga sangat-sangat jarang."

Hindra juga menjelaskan bahwa masih belum ada kejelasan lebih jauh apakah komponen yang terkandung di vaksin AstraZeneca bisa memicu pembekuan darah. Badan Obat Eropa (EMA) disebutnya masih berfokus pada jumlah laporan kasus pembekuan darah belaka.


Lebih lanjut, Hindra mengungkapkan gejala apa saja yang perlu diwaspadai usai mendapat vaksinasi AstraZeneca. Menurut Hindra, pemeriksaan medis diperlukan apabila penerima vaksin mengalami pusing tak kunjung sembuh meski sudah diberi obat selama dua minggu pasca vaksinasi.

"Kalau pusing dikasih obat nggak membaik setelah dua minggu, terus kalau ada sakit dada atau kesulitan napas, kalau misalnya sakit perut, nyeri tungkai, bengkak di tungkai, itu datang ke dokter untuk diperiksa," papar Hindra. "Itu gejalanya pada vaksinasi pertama dan bisa terjadi dalam kurun 2 minggu setelah vaksinasi."

Adapun sejauh ini, efek samping yang dilaporkan pasca vaksinasi AstraZeneca masih termasuk dalam kategori ringan. Oleh seba itu, pemerintah tetap melanjutkan vaksinasi menggunakan AstraZeneca dan terus memantau laporan EMA terkait kasus pembekuan darah.

Di sisi lain, Komite Bersama untuk Vaksinasi dan Imunisasi Inggris (JCVI) merekomendasikan orang dewasa di bawah 30 tahun untuk mendapat alternatif vaksin COVID-19 selain AstraZeneca. Dalam pernyataan JCVI, disebutkan bahwa data yang tersedia menunjukkan kemungkinan kasus efek samping pembekuan darah yang langka lebih mempengaruhi kelompok usia dewasa muda.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts