Ibu Menyusui Jangan Takut! Antibodi Vaksin COVID-19 Bisa Bantu Lindungi Bayi
Pixabay/Iuliia Bondarenko
Health
Vaksin COVID-19

Peneliti Amerika Serikat menemukan bahwa vaksin COVID-19 yang disuntikkan kepada ibu menyusui mampu memicu terbentuknya antibodi di ASI, bahkan sampai berbulan-bulan setelahnya.

WowKeren - Hingga kini belum ada vaksin COVID-19 yang bisa diberikan kepada anak-anak, bayi, dan ibu hamil. Sedangkan ibu menyusui bisa menerima vaksin namun dengan sejumlah pertimbangan ketat.

Situasi ini yang kemudian memicu kekhawatiran bagi ibu-ibu menyusui dalam menerima vaksin COVID-19, yakni cemas jika ada kandungan yang bisa membahayakan bayi yang disusuinya nanti. Namun baru-baru ini peneliti menyatakan bahwa antibodi bayi terhadap COVID-19 bisa dibentuk lewat transfer air susu dari ibu yang sudah divaksin.

Riset ini dipublikasikan di American Journal of Obstetrics and Gynecology pada akhir Maret 2021. Meski hanya melibatkan sedikit sampel, yakni 5 ibu menyusui, ditemukan bahwa antibodi COVID-19 masih bisa dideteksi di air susu ibu sampai beberapa bulan setelahnya.

Studi ini melibatkan ibu-ibu menyusui yang diberi vaksin COVID-19 dari Pfizer. Dan ternyata antibodinya bahkan masih bisa ditemukan sampai 80 hari setelah penyuntikan.

"Studi kami menunjukkan adanya jumlah besar antibodi yang mampu melawan COVID-19 di ASI 2 pekan setelah penyuntikan pertama. Respons antibodi ini pun bertahan hingga setidaknya 3 bulan setelahnya," papar peneliti utama Jeannie Kelly.


Asisten Profesor Obgyn di Washington University School of Medicine itu mengungkap antibodinya masih ada sampai akhir masa penelitian mereka. "Sehingga kemungkinan proteksinya bisa bertahan lebih lama lagi," imbuh Kelly.

Meski demikian, Kelly menegaskan bahwa belum ada penelitian soal antibodi yang terkandung di ASI ini benar bisa melindungi bayi dari paparan COVID-19 atau tidak. Hanya saja kadar antibodi yang ditemukan lebih dari cukup untuk melawan infeksi virus Corona.

"Jadi ibu menyusui yang divaksin bukan hanya akan melindungi sang ibu," tegas Kelly. "Tetapi juga bisa melindungi bayinya, bahkan untuk berbulan-bulan setelahnya."

Peneliti lain di riset tersebut, Misty Good, mengingatkan bahwa studi mereka menggunakan sejumlah kecil partisipan. Namun tetap saja temuan yang didapat memberi secercah harapan untuk melindungi kelompok rentan seperti bayi dari paparan COVID-19.

"Penelitian kami adalah yang pertama kali yang menunjukkan antibodi COVID-19 bertahan di ASI," tutur Good. "Sampai berbulan-bulan sesudah sang ibu divaksin."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts