Jangan Cemas! Komnas KIPI Sebut Efek Vaksinasi COVID-19 Bak Makan Pedas dan Putus Cinta
AP Photo/John Cairns
Nasional
Vaksin COVID-19

Komnas KIPI mengingatkan masyarakat untuk tidak mengkhawatirkan efek samping vaksinasi COVID-19, yang bahkan dianalogikan serupa makan pedas hingga putus cinta.

WowKeren - Program vaksinasi COVID-19 terus dipercepat untuk masyarakat umum, meski tak bisa ditampik masih banyak juga yang belum berkenan menerimanya. Bukan cuma perkara khasiat hingga keamanannya, banyak yang mengkhawatirkan efek samping alias Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI)-nya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komnas Pengurus Pusat KIPI Prof Dr dr Hinky Hindra Irawan Satari SpA(K) mengingatkan masyarakat agar tidak terlalu khawatir. Pasalnya gejala setelah vaksinasi adalah hal yang wajar dan merupakan bentuk respons tubuh yang awam ditemui setelah berbagai aktivitas seperti memakan cabai hingga putus cinta!

Lho kok bisa? Dituturkan Hinky, gejala tersebut sebenarnya adalah reaksi alami tubuh terhadap benda asing, yang dalam hal ini merupakan produk vaksin yang dimasukkan ke dalam tubuh.

Penyebabnya tidak selalu karena komponen dalam vaksinnya. Bisa jadi reaksi ini dialami karena cacat produk atau kekeliruan prosedur, seperti misalnya vaksin yang seharusnya disuntikkan ke otot tetapi malah ke jaringan lemak sehingga menyebabkan bengkak.

Efek KIPI ini, imbuh Hinky, juga bisa terjadi karena reaksi kecemasan akibat suasana imunisasi yang dialami penerima vaksin. "Tubuh memberikan respons dia tergugah membentuk kekebalan," papar Hinky dalam sebuah sebuah agenda diskusi virtual, Kamis (8/4).


Beberapa efek samping yang awam dialami adalah demam, mual, pusing, nyeri otot, ngantuk, kemerahan, hingga gatal di area lokal bekas suntikan vaksin tersebut. Perihal gejala KIPI yang dialami pun disebutkan cenderung berbeda pada setiap orang karena sensitivitas setiap orang berbeda-beda.

Hinky pun menganalogikan respons pasca vaksinasi seperti memakan cabai. Ada kelompok orang yang memakan sedikit cabai dan sudah merasakan pedas, namun ada pula yang sudah menghabiskan banyak cabai tetap merasa baik-baik saja.

Respons ini juga seperti orang yang menjalani ujian sekolah, di mana biasanya memicu hasrat ingin ke toilet berulang kali. Atau seperti individu yang baru putus cinta yang bahkan bisa menyebabkan tidak nafsu makan.

"Kalau anak-anak disuntik bisa jerit terus menangis, tapi dibelikan mainan langsung tenang. Buat orang dewasa itu tidak bisa, reaksinya justru berulang setelah divaksin," terang Hinky. "Bahkan sebelum divaksin saja bisa pucat, sesak, jantung berdebar. Itu terjadi pada 60 persen orang yang melaporkan ada gejala setelah vaksinasi."

Karena itulah Hinky mengimbau masyarakat tidak terlalu khawatir dengan gejala KIPI yang dialami. Namun bila mengalami gejala KIPI berlanjut, bahkan sampai lebih dari 3 hari, sebaiknya segera melapor kepada Komda KIPI setempat atau menghubungi nomor yang tertera di kartu vaksin.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts