Raisa Ceritakan Susahnya Terlepas dari Bayang-bayang Masa Lalu Lewat 'Kutukan Cinta Pertama'
Instagram/raisa6690
Musik

Raisa kembali mengeluarkan sebuah single yang berjudul 'Kutukan Cinta Pertama'. Raisa coba menceritakan susahnya melupakan cinta masa lalu dengan cara playful.

WowKeren - Raisa baru saja merilis single terbaru yang berujudul "Kutukan (Cinta Pertama)". Dalam lagu tersebut, Raisa mencoba menertawakan dirinya yang telah belajar dari pengalaman untuk melepas cinta.

Menurut Raisa, "Kutukan (Cinta Pertama)" adalah lagu yang bercerita tentang seseorang yang sulit sekali lepas dari cinta pertama meski dia tahu kekasihnya tak baik untuknya.

"Cinta pertama itu sebenernya biasa saja, tapi seolah-olah dia itu ter, ter, ter- segala macem, karena kalau kita lagi ada di realm cinta pertama tuh kita nggak tahu di luar sana ada apalagi, ternyata ada yang lebih baik," ujar Raisa mengenai lagunya dalam konferensi pers virtual, Jumat (9/4).

Dalam Kutukan (Cinta Pertama), Raisa melakukan gaya penulisan yang berbeda dari lagu-lagu yang dia keluarkan sebelumnya. Dia menyebut liriknya cenderung satir.


"Menurut gue emang kalau ngomongin cinta pertama atau mantan memang banyak nyinyirnya aja sih. Ketika gue put it into words, put it into lyrics keluarnya begitu," tutur Raisa.

Ketika menggarap lagu tersebut, Raisa bekerja sama dengan tim produser dengan nama S/EEK yang terdiri dari Marco Steffiano, Adrian Rahmat Purwanto, Jessi Mates, dan Josh Kunze. Dia sengaja mengeluarkan "Kutukan (Cinta Pertama)" sebagai single menuju album, karena baginya lagu itu terdengar segar dan berbeda.

"Lagu ini sebenarnya lagu pertama yang kami tulis, pas lagi segar-segarnya, semangat-semangatnya dan tiba-tiba keluar lagu ini. Sebenernya ini nggak aku banget, tapi kalau dibilang not Raisa juga nggak. Jadi ini kayak fresh. Liriknya agak-agak satir. Lagu ini aku rasa segar," jelas istri Hamish Daud itu.

Senada dengan lagunya, video klip dari "Kutukan (Cinta Pertama)" juga sengaja dibuat jenaka. Dalam video klip itu, Raisa tampak bertransformasi dari masa ke masa, tapi di akhir video ia kembali ke gaya di era abad 18.

"Kenapa memilih konsep seperti itu karena dari kemarin kan serius melulu, mellow, ballad, sedangkan lagu yg ini kan ada beat-nya, gue males ah serius-serius lagi. Kalau di sini kan gue jadi halu, genit. Ini menunjukkan sisi lain gue yang playful," pungkasnya.

(wk/amel)

You can share this post!

Related Posts