PP Muhammadiyah Mundurkan Waktu Imsak, Jadwal Buka Puasa Ikut Berubah?
Unsplash/Tjeerd Braat
Nasional
Ramadhan 2021

Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah memundurkan jadwal Imsak dan salat Subuh 8 menit lebih lama dari versi pemerintah. Berikut imbauan dan penjelasan lengkapnya.

WowKeren - Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah memundurkan jadwal Imsakiyah dan salat Subuh 8 menit lebih lama dari versi pemerintah. Kendati demikian, perubahan ini tak berpengaruh terhadap waktu berbuka puasa.

Hal itu disampaikan oleh Ketua PP Muhammadiyah, Dadang Kahmad. "Waktu buka tidak ada perubahan dari jadwal yang sudah ada. Yang berubah hanya waktu Subuh saja," kata Dadang, dilansir dari detik.com, Senin (12/4).

Dadang kemudian meminta masyarakat tidak mengkhawatirkan perbedaan waktu tersebut. Sebab menurutnya, perbedaan dalam masalah agama merupakan sesuatu yang wajar terjadi.

"Jadi saya kira bagi masyarakat tidak usah resah. Silakan menurut keyakinan masing-masing. Nanti kan Muhammadiyah sudah menentukan itu, diharapkan seluruh anggota Muhammadiyah bisa mengikuti edaran PP Muhammadiyah dan juga orang-orang yang meyakini itu adalah hasil keputusan Muhammadiyah," imbuh Dadang.

Keputusan terkait waktu Imsakiyah ini sendiri ditetapkan setelah Majelis Tarjih Muhammadiyah mengumpulkan sejumlah ahli astronomi untuk melakukan kajian. Menurut mereka, waktu subuh yang menjadi rujukan pemerintah Indonesia selama ini terlalu awal.


"Lalu mengenai perubahan jadwal, itu kan ahli astronomi Muhammadiyah berkumpul yang diprakarsa oleh majelis tarjih untuk membicarakan tentang waktu-waktu salat. Ternyata waktu subuh itu terlalu awal menurut ahli astronomi Muhammadiyah," jelas Dadang.

Dia melanjutkan, "Sehingga waktu itu diputuskan, maka dimundurkan dan sudah ditanfiz. Artinya sudah dikukuhkan oleh PP Muhammadiyah tentang hasil munas tarijh dan diedarkan di kalangan Muhammadiyah."

Di samping itu, Dadang mengimbau masyarakat untuk selalu beribadah sesuai dengan protokol kesehatan, seperti mencuci tangan dengan sabun, menggunakan masker hingga menjaga jarak. Yang tak kalah penting, ia mengingatkan warga untuk memperbanyak kebaikan di bulan suci ini.

"Ya selamat beribadah di bulan Ramadan, tapi ingatlah bahwa pandemi masih merajalela di sekitar kita. Sambil berpuasa tetap kita jaga kesehatan. Jangan lupa protokol kesehatan, banyak-lah berbuat baik, dengan banyak berdoa, salat dan sedekah," pungkasnya.

Sementara itu, sidang isbat untuk menentukan awal Ramadan akan digelar oleh Kementerian Agama (Kemenag) pada Senin (12/4) sore ini. Sidang ini akan berlangsung di Auditorium H.M Rasjidi, Kemenag RI, Jl. MH. Thamrin No 6, Jakarta, dan disiarkan secara langsung melalui siaran televisi dan radio nasional, serta layanan sosial media Kemenag.

(wk/eval)

You can share this post!

Related Posts