Sputnik V Asal Rusia Akan Dipakai Untuk Vaksinasi Mandiri, Izin BPOM Diperkirakan Keluar Akhir April
Unsplash/ Ivan Diaz
Nasional
Vaksin COVID-19

Bio Farma kini tengah bernegosiasi dengan tiga perusahaan produsen vaksin COVID-19 lainnya, termasuk Sputnik V dari Rusia yang efikasi alias kemanjurannya diklaim mencapai 91,6 persen.

WowKeren - Program vaksinasi mandiri alias Vaksinasi Gotong Royong tengah disiapkan untuk mempercepat vaksinasi di kalangan pekerja sektor korporat. Vaksinasi para karyawan tersebut nantinya akan ditanggung oleh pihak perusahaan.

Dalam pelaksanaannya, vaksinasi mandiri ini tidak boleh menggunakan vaksin virus corona (COVID-19) yang digunakan oleh pemerintah untuk program vaksinasi umum, yaitu Sinovac, AstraZeneca, Novavax dan Pfizer. Oleh sebab itu, Bio Farma kini tengah bernegosiasi dengan tiga perusahaan produsen vaksin COVID-19 lainnya, termasuk Sputnik V dari Rusia.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama PT Bio Farma Honesti Basyir. "Sampai hari ini, kami sudah melakukan proses, diskusi dan juga negosiasi dengan tiga jenis vaksin (untuk vaksinasi gotong royong)," jelas Honesti dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI, Senin (12/4).

Vaksin Sputnik V buatan Rusia menarik perhatian lantaran efikasi alias kemanjurannya diklaim mencapai 91,6 persen. Vaksin ini juga telah disetujui penggunaannya di 60 negara dunia. Menurut Honesti, Bio Farma telah mendapatkan komitmen sebesar 20 juta dosis vaksin Sputnik V.


"Kami berharap juga dengan komitmen Sputnik V, total 20 juta dosis ini akan dimulai pengiriman pertama secepatnya setelah izin darurat penggunaan (Emergency Use Authorization/EUA) keluar dari Badan POM," papar Honesti. "Setelah EUA dari Badan POM keluar, pada akhir minggu keempat April, awal Mei 2021 dimulai pengiriman per bulannya 5 juta dosis sampai nanti ke bulan Juli, sehingga total yang akan mendapat suplai dari Sputnik sebesar 20 juta dosis."

Suintikan vaksin Sputnik V ini juga dilaporkan tidak menyebabkan alergi hebat. Harganya pun cukup terjangkau, yakni kurang dari 10 dolar per suntikan.

Sementara itu, Honesti juga mengungkapkan bahwa kedatangan vaksin Sinopharm dijadwalkan mulai pada minggu keempat April 2021 sebanyak 500.000 dosis. Setelah itu, akan ada tambahan 7 juta dosis di periode April sampai Juli 2021.

Kemudian kuartal ketiga hingga keempat akan ada 7,5 juta dosis. Artinya, dari Sinopharm ini kami akan mendapatkan suplai vaksin untuk kepentingan vaksin gotong royong sebesar 15 juta dosis," pungkasnya.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts