Terungkap Niat Terselubung RI 'Ngotot' Ubah Nama Tol Japek Jadi Sheikh Mohamed bin Zayed
jasamarga.com
Nasional

Diubahnya nama Tol Japek II Elevated menjadi Jalan Layang Sheikh Mohamed bin Zayed (MBZ) menuai pro dan kontra. Pemerintah pun mengungkap motif di balik perubahan nama ini.

WowKeren - Pemerintah secara mengejutkan mengganti nama Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek (Japek) menjadi Jalan Layang Sheikh Mohamed bin Zayed (MBZ) pada Senin (12/4) kemarin. Sebelumnya ruas jalan ini dikenal sebagai Tol Japek II Elevated karena berbentuk jalan layang yang membentang begitu jauh.

Perubahan nama ini tentu menjadi sorotan tersendiri bagi sejumlah kalangan, bahkan sampai menuai kritik dari mantan Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon. Dan usut punya usut, ternyata perubahan nama jalan ini diharapkan dapat menarik investor dari negara-negara Timur Tengah, terutama di sektor jalan tol.

Hal ini seperti disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Danang Parikesit pasca peresmian jalan Senin kemarin. "Dari adanya Tol Layang MBZ ini, harapannya cukup banyak investor Timur Tengah menaruh minatnya di jalan tol Indonesia," ujar Danang.


Disebutkan Danang, sebelum penamaan Jalan Layang MBZ ini, belum ada investasi yang masuk dari Uni Emirat Arab ataupun negara Timur Tengah lain, terutama di sektor jalan tol. Sedangkan untuk perubahan nama jalan ini diresmikan oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno berdasarkan Surat Izin Menteri PUPR Nomor BM.07.02-Mn/635 tertanggal 8 April 2021.

Peresmian nama baru Tol Japek II ini ditandai dengan penekanan tombol sirine di lokasi pada senin kemarin. Yang turut melakukannya adalah Mensetneg Pratikno, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Duta Besar RI untuk UEA Hasan Bagis, dan Duta Besar UEA untuk Indonesia Abdullah Salam Obeid Al Dhaheri.

Sebelumnya perubahan nama ini menuai beragam reaksi, termasuk kritikan dari Fadli Zon. Politikus Partai Gerindra itu mempertanyakan apa jasa dan kontribusi sang Putra Mahkota UEA terhadap Indonesia sampai harus diabadikan sebagai nama jalan.

"Apa tak ada nama pahlawan kita yg berjasa bagi bangsa ini yg bisa kita hargai n hormati utk menjadi nama jalan? Sy usul agar ditinjau ulang nama jalan ini," imbuh Fadli, merekomendasikan penggunaan nama pahlawan Indonesia saja untuk jalan layang tersebut.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts