Alasan Peneliti UGM Minta GeNose Tak Digunakan 6 Jam Setelah Sahur
ugm.ac.id
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Memasuki bulan Ramadan, peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Dian Kesumapramudya, menyarankan agar alat deteksi COVID-19 GeNose sebaiknya digunakan di pagi hari.

WowKeren - Alat pendeteksi virus corona (COVID-19) GeNose kini telah digunakan sejumlah stasiun hingga terminal sebagai syarat perjalanan penumpang. Memasuki bulan Ramadan, peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Dian Kesumapramudya, menyarankan agar GeNose sebaiknya digunakan di pagi hari dan tidak lebih dari enam jam setelah sahur.

"Diupayakan pemeriksaan GeNose dilakukan saat pagi hari," tutur Dian di Sleman, dikutip dari situs resmi UGM, Senin (12/4). Apabila tes GeNose dilakukan lebih dari enam jam pasca sahur, dikhawatirkan ada peningkatan asam lambung.

Hal tersebut dapat mempengaruhi hasil pembacaan GeNose. "Terkait peningkatan asam lambung ini sebenarnya bisa diakali dengan berkumur, tetapi tetap lebih baik jangan lebih dari enam jam sesudah sahur pemeriksaan GeNose-nya," jelas Dian.

Sementara itu, peneliti GeNose C19, Mohamad Saifuddin Hakim, menjelaskan bahwa waktu pemeriksaan GeNose yang dianjurkan selama bulan Ramadan adalah setelah berbuka puasa. "Selain pagi, tes GeNose sebaiknya dilakukan satu jam setelah berbuka puasa," tutur Saifuddin.


Di luar masa puasa, peserta tes GeNose biasanya diminta untuk tidak mengkonsumsi makanan dan minuman yang berbau khas sebelum pemeriksaan. Selain itu, peserta juga diminta untuk tidak meokok sektiar 30-60 menit sebelum pemeriksaan karena akan mempengaruhi hasil pembacaan napas melalui GeNose.

Di sisi lain, GeNose kini disebut tengah berproses validasi eksternal agar dapat digunakan dalam penanganan COVID-19 nasional. Menurut Dian, validasi eksternal ini melibatkan sejumlah peneliti dari Universitas Indonesia, Universitas Airlangga, dan Universitas Andalas.

"Nantinya, kalau dari validasi eksternal ini hasil akurasi konsisten kemungkinan besar GeNose direkomendasikan Kemenkes untuk perluasan pemakaiannya," papar Dian. "Termasuk di puskesmas-puskesmas."

Adapun kini GeNose disebut telah digunakan untuk skrining COVID-19 di 44 stasiun di Tanah Air. Lalu GeNose juga telah digunakan di empat bandara yaitu di Medan, Yogyakarta, Bandung, dan Surabaya.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts